Taiwan Protes, PBB Abaikan Capaian Kesetaraan Gender di Negaranya
TAIWAN, ROC – Entitas Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women) dan Inter-Parliamentary Union (IPU) baru-baru ini mengumumkan grafik partisipasi politik wanita dunia, kembali terpilih presiden wanita Taiwan yang dianggap menjadi bagian dari Daratan Tiongkok. Kantor perwakilan Republik Tiongkok di New York menyuarakan protes dan mengimbau agar PBB menghargai pencapaian Taiwan dalam kesetaraan gender yang telah diupayakan Taiwan.
Dilansir dari RTI, bertepatan dengan dibukanya sidang Komisi tentang Status Wanita ke-65 (CSW65) pada bulan Maret, UN Women dan IPU mengumumkan hasil pendataan hingga 1 Januari mengenai proporsi perbandingan dan daftar nama pemimpin negara dan anggota parlemen wanita di berbagai dunia, dilengkapi dengan gambar peta.
Catatan dalam peta ini sudah menjadi kebiasaan bertahun-tahun yakni Taiwan yang tidak terpisahkan. Jika dilihat dari skala pewarnaan kawasan, penilaian rasio Taiwan dan anggota parlemen wanita hanya 24,9%, RRT menduduki peringkat ke-86 seluruh dunia ditandai warna merah, ini menunjukkan Taiwan dan RRT menjadi satu bagian, satu kesatuan.

Taiwan bukan anggota PBB, tetapi ada kesepakatan dalam partisipasi wanita dalam politik. Presiden Republik Tiongkok Tsai Ing-wen tahun lalu bulan Januari berhasil terpilih kembali; legislator wanita untuk periode ke-10 dengan jumlah kursi 41,59%, mencatat angka tertinggi dari tahun-tahun sebelumnya.
Kepala kantor perwakilan Taiwan di New York, James K. J. Lee(李光章) menyampaikan kepada kantor berita CNA, upaya dan pencapaian Taiwan dalam kesetaraan gender, dapat dirasakan masyarakat seluruh dunia, dan menjadi percontohan.
Lee mengatakan, “Fakta yang patut diketahui dunia Taiwan memiliki presiden wanita yang dipilih oleh rakyat, Taiwan bukan bagian dari RRT dan ini menjadi fakta yang tidak perlu diragukan.
Berkaitan dengan grafik peta PBB yang menampilkan capaian partisipasi wanita dunia dalam politik, jika mengabaikan Taiwan maka grafik ini tidak sempurna. PBB terus mempromosikan demokrasi dan pemberdayaan wanita secara internasional maka sepantasnya menyoroti Taiwan.
Kantor perwakilan Taiwan di New York selain menyuarakan protes terhadap PBB, melalui postingan di laman facebook mendesak agar UN Women membuat data Taiwan secara terpisah.
Dalam postingan menerangkan, pada grafik yang menunjukkan mengabaikan upaya Taiwan memperjuangkan kesetaraan gender di masa jangka panjang, warga Taiwan melalui pesta demokrasi memilih pemimpin negara, persentase jumlah kursi legislator wanita mencapai 42% menduduki peringkat atas dunia, malah sebaliknya dalam grafik tidak terlihat data Taiwan.
“Kami menyerukan suara protes, meminta agar tidak bertekuk lutut karena tekanan politik, tidak membiarkan demokrasi, tujuan pelayanan kepada sesama menjadi kata-kata kosong belaka”.
CSW65 dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 15 Maret dan berakhir pada tanggal 26 Maret 2021, dikarenakan kondisi pandemi yang belum mereda, maka rapat pembahasan ini mengadopsi metode gabungan pertemuan riil dan virtual, sebagian besar kegiatan dilakukan dengan online, berbeda dengan kegiatan sebelumnya di New York yang menggelar banyak acara sampingan. (M1-RTI)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.