METRUM
Jelajah Komunitas

Sambut Ramadan, Suarasama Luncurkan Single “Malikul Quddus”

SETELAH sukses menghadirkan single lagu “Syair Cinta” pada bulan Maret  lalu, Suarasama kembali meluncurkan single terbaru mereka, “Malikul Quddus”.

Karya komposisi musik Suarasama kali ini berangkat dari bentuk spiritual music (sama’i) yang terdapat pada peradaban tradisi musik sufi Islam di Timur Tengah, khususnya peradaban musik Turki. 

Teks lagu dalam karya komposisi ini merupakan ungkapan dikr kepada Sang Pencipta. Garapan musikal diiringi secara minimalis oleh alat petik fretless guitar, menirukan alat musik khas Negara Turki dan srutipeti India. Gitar yang dipakai adalah yang dibuat khusus dari bambu.

Fretless bamboo guitar ini merupakan karya guru saya Endo Suanda yang diberikan kepada saya lima tahun lalu, secara bentuk mirip dengan guitar perdesiz yang ada di Turki,” ujar Irwansyah menjelaskan.

Irwansyah Harahap dan Rithaony Hutajulu (Dok. Suarasama).*

Lagu “Malikul Quddus” komposisi karya Irwansyah Harahap sebagai komposer utama kelompok Suarasama ini, menggunakan Bahasa Arabis dan isinya merupakan pujian kepada sang Khaliq. Single ini khusus diterbitkan dalam rangka perayaan ibadah bulan suci Ramadan tahun 2021 yang dilaksanakan oleh umat muslim di seluruh dunia. Juga diterbitkan khususnya untuk menyambut hari ke-17 Ramadan nantinya, yang merupakan peringatan Nuzulul Qur’an (turunnya Al Qur’an). 

Single “Malikul Quddus” ini ditampilkan dengan gaya musik dengan genre World Music/Fusion. Dalam karya ini Irwansyah Harahap dan Rithaony Hutajulu mendapat inspirasi dari style musik Sufi Arab dan Turki, khususnya dari pengalaman mereka ketika melanjutkan studi Master mereka di bidang Etnomusikologi di Seattle, Washington USA, di pertengahan tahun 1995.  

Pada masa studi ini mereka banyak belajar langsung dengan para maestro musik dunia di antaranya pemusik legendaris Qawali Nusrat Fateh Ali Khan dan Darius Talai dari Iran.

Sebagai sebuah kelompok musik, Suarasama telah memproduksi empat album musik: “Fajar Di Atas Awan” (1998, 2018), “Rites of Passage” (2002); “Lebah” (2008); dan “Timeline” (2013).

Album “Fajar di Atas Awan” yang berisi sembilan lagu pertama kali diproduksi dalam bentuk CD oleh Radio France Internationale (RFI), France 1998. Satu lagu yang berjudul “Fajar di Atas Awan” diproduksi kembali dalam kompilasi Music of Indonesia Volume 20: Indonesian Guitars oleh Smithsonian Folkways Recording, 1999 in Washington DC, USA.  

Di tahun 2008 album yang sama diterbitkan ulang dalam bentuk CD dan LP oleh Dragcity Chicago dan didistribusikan ke beberapa negara di dunia, khususnya di Eropa dan Amerika. 

Irwansyah Harahap dan Rithaony Hutajulu (Dok. Suarasama).*

Setelah diterbitkan kembali oleh Drag City, salah satu label terbesar yang berbasis musik Indie, album musik Suarasama “Fajar di Atas Awan” banyak direview oleh berbagai Webzine seperti Pitchfork dan Sublime Frequency.  

Album ini juga disebut sebagai “One of the 10 best World Music album Of the Year” oleh UnCut Magazine, London dan  “One of the 10 Best Album of October, 2008” oleh Global Rhythm Magazine, USA.

Karya musik Suarasama pernah dipakai dalam film “[un]COMMON SOUNDS : exploring the contribution of music and the arts in fostering sustainable peacebuilding among Muslims and Christians”, oleh Fuller Theological Seminary, USA (2013).   

Irwansyah Harahap sendiri telah mendapat anugerah kebudayaan Kemendikbud RI sebagai pelopor world music di Indonesia tahun 2017.

Lagu “Malikul Quddus” dapat didengarkan di berbagai platform digital seperti Spotify, Joox, Langit Musik, Resso, dan Itunes mulai Jumat (23/4/2021). Suarasama berharap lagu ini dapat memberikan rasa sejuk dan damai saat melaksanakan ibadah Ramadan di tengah situasi pandemi saat ini dan diterima para penikmat musik di Indonesia. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: