METRUM
Jelajah Komunitas

Sepeda Asal Italia Basso, Launching Seri Palta II Khusus Sepeda Gravel

TREN bersepeda di dalam masyarakat terus meningkat dan minat masyarakat untuk menggunakan sepeda dalam aktivitas olahraga maupun harian juga cenderung naik. Lebih jauh, berbagai jenis ragam tipe sepeda tetap laku di pasaran.

Sejatinya, ragam jenis sepeda masih direspon positif berbagai kalangan dalam masyarakat pengguna alat gowes ini, baik wanita maupun pria. Mulai dari pelajar, mahasiswa, karyawan, ibu rumah tangga, hingga kaum eksekutif.

“Sebagai contoh, tren sepeda tipe mountain bike (MTB) atau sepeda gunung dan road bike yang semakin banyak penggemarnya di tanah air,” ujar Yoyo Herjuno, Sales Manager PT Famindo Roda Gemilang (FRG), saat launching sekaligus unboxing sepeda Basso seri Palta II di tiga kota besar di Indonesia, yaitu Tangerang, Surabaya, dan Bandung, Sabtu (9/10/2021) malam.

Acara serupa juga berlangsung di 25 negara lain di dunia.

Menurut Yoyo, sepeda jenis gravel juga termasuk diminati penggemar sepeda. Oleh karena itu, Basso Road Bike Italy mengeluarkan Basso seri Palta II.

Sebagai informasi, sepeda gravel merupakan sepeda yang biasa dikendarai di jalan aspal maupun medan off road ringan. Sepeda jenis ini bisa berjalan dengan mulus dan nyaman di jalanan gravel atau jalan makadam yaitu jalan tanah berkerikil.

Bentuk sepeda gravel dibuat khusus agar nyaman dikendarai. Tak heran jika sejumlah sejumlah produsen lokal juga mengeluarkan sepeda jenis gravel tersebut.

Basso Palta II merupakan sepeda handmade asli dari Italia yang merupakan sepeda gravel generasi dua.

“Ini sepeda dengan group set Campagnolo Ekar paling ringan di kelas gravel, yaitu cuma 2,38 kg. Makanya total berat keseluruhan 9,06 kg,” ujar Yoyo.

Komisaris PT FRG Ong Djoenedi menyebutkan bahwa PT FRG optimis menargetkan 10 unit terjual setiap bulan. Alasannya, peminat sepeda high end cukup banyak dan tren road bike cenderung stabil.

“Yang sedikit jadi kendala, group set sepeda masih terbilang langka. Pabrik yang produksi komponen group set masih banyak yang terkena dampak lock down, tutup-buka, sehingga produksinya tersendat dan kesusahan untuk impor masuk. Kita pesan 50, yang datang cuma 5 karena dibagi merata ke berbagai negara,” kata Djoenedi.

Menurut dia, Basso merupakan sepeda artisan, tetapi tidak meninggalkan pengalaman berkendara (ride experience) kepada pemakainya. “Sepeda Basso Palta II belum launching saja sudah dibeli. Setiap datang, langsung sold out,” tukasnya.

Brand Basso diciptakan pesepeda Alcide Basso. Pabrik sepeda Basso dibangun pada 1977 di Provinsi Treviso, Italia. Harga sepeda Basso Palta II dibanderol dengan harga Rp141.110.000 di tanah air. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: