Sindir Mitos “Cuma Aktif Pas Agustusan”, KDS Minta Karang Taruna Garap Ekonomi Produktif
KABUPATEN BANDUNG (METRUM) – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) secara tegas meminta jajaran Karang Taruna Kabupaten Bandung tidak sekadar menjadi panitia musiman saat peringatan Hari Kemerdekaan. Pemuda dituntut bertransformasi menjadi penggerak ekonomi produktif yang mandiri dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Pesan menohok ini disampaikan KDS saat membuka Bina Wilayah dan Diskusi Karang Taruna Kabupaten Bandung Tahun 2026 di Gedong Budaya Soreang, Jumat (25/9/2026). Momen ini dimanfaatkan untuk merombak mentalitas kepemudaan agar lebih jeli menangkap peluang di sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga kewirausahaan.
KDS menegaskan pentingnya konsolidasi internal serta evaluasi keaktifan struktur organisasi dari tingkat desa hingga kabupaten.
“Kegiatan Bina Wilayah ini penting untuk mengevaluasi organisasi, baik di tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten. Apakah kepengurusannya masih aktif atau tidak,” ujar KDS.
Melalui konsep Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan pemanfaatan peluang seperti Pemuda Tani, KDS mendorong generasi muda untuk melepaskan ketergantungan dari kas daerah. Pemkab Bandung siap menyokong langkah tersebut lewat kolaborasi lintas perangkat daerah.
“Jangan hanya mengandalkan APBD. Karang Taruna harus bisa mandiri secara ekonomi, sehingga pemuda tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan usaha baru,” katanya.
Meski menekan aspek finansial, aksi sosial kemasyarakatan seperti donor darah, bakti sosial, dan gotong royong diminta tidak ditinggalkan. Dalam kesempatan itu, KDS juga memberi apresiasi khusus bagi Karang Taruna Asoka Desa Ciwidey yang sukses menembus lima besar Karang Taruna Berprestasi tingkat nasional.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Bandung, Ruli Yuliana S.H., menyoroti perhelatan tahun ini yang bertepatan dengan momentum 66 tahun berdirinya Karang Taruna pada 26 September. Forum ini sekaligus dijadikan ajang bedah regulasi terbaru, termasuk Permensos Nomor 9 Tahun 2025.
“Selain Bina Wilayah, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi Permensos Nomor 9 Tahun 2025 dan peraturan organisasi baru hasil Temu Karya Karang Taruna Nasional, sekaligus diskusi kepemudaan dalam rangka 66 tahun Karang Taruna,” ujar Ruli.
KDS menutup dengan penegasan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung siap terus mengawal aksi nyata pemuda di lapangan agar konsistensi mereka terjaga sepanjang tahun.
“Karang Taruna harus terus bergerak. Bukan hanya aktif ketika Agustusan, tetapi harus hadir dalam kegiatan sosial dan mampu mengembangkan ekonomi produktif untuk kepentingan masyarakat,” tutur KDS. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.