METRUM
Jelajah Komunitas

Soroti AI di Raker PWI Kabupaten Bandung, Tantan: Teknologi Cuma Alat Bantu, Verifikasi Tetap Tanggung Jawab Manusia

KABUPATEN BANDUNG (METRUM) – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat terpilih, Tantan Sulthon Bukhawan, mewanti-wanti insan pers agar tidak sembrono dan ‘membuta’ dalam memanfaatkan teknologi Kecerdasan Buatan (AI). Di tengah derasnya arus konvergensi digital, AI diminta cukup ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengganti verifikasi dan insting jurnalistik wartawan.

Pesan menohok ini disampaikan Tantan dalam Rapat Kerja PWI Kabupaten Bandung bertajuk “Konvergensi Media di Era Digital dan Pemanfaatan AI pada Industri Media” di Patuha Resort, Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Selasa (29/9/2026).

Menurut Tantan, kehadiran AI adalah keniscayaan zaman yang tak bisa dibendung. Namun, secanggih apa pun algoritma, validasi dan tanggung jawab etik berita tetap berada penuh di tangan wartawan.

“AI itu merupakan salah satu alat bantu kerja wartawan ketika wartawan membutuhkan kelengkapan data, termasuk untuk menyempurnakan apa yang menjadi produk jurnalistik,” ujar Tantan.

Ia menegaskan, kemudahan yang ditawarkan mesin pintar tidak boleh menumpulkan kekritisan pers. Setiap data atau bahan mentah yang diproduksi AI wajib dihujani konfirmasi dan uji kebenaran ke sumber-sumber tepercaya sebelum dilempar ke publik.

“Jangan sampai adanya AI ini disalahgunakan menjadi sarana untuk menipu dan dimanfaatkan untuk menggali sumber-sumber data yang belum pasti terverifikasi,” katanya.

Tantan mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi justru melipatgandakan beban moral insan pers. Wartawan dituntut makin lihai memilah fakta, memahami konteks, serta mematuhi kaidah jurnalistik agar tidak terjebak menjadi budak mesin.

“Teman-teman wartawan sebenarnya mempunyai tugas yang berat, bagaimana menggunakan AI sesuai dengan kaidah jurnalistik,” tegas Tantan.

Di luar persoalan disrupsi teknologi, Tantan juga menyentil dinamika internal organisasi. Ia meminta seluruh jajaran PWI mengakhiri riak-riak perpecahan dan merapatkan barisan demi menghadapi tantangan industri media yang makin kompleks.

BACA JUGA:  Bos NVIDIA Ingatkan Pentingnya Pasokan Energi untuk Masa Depan AI dan Pertumbuhan Ekonomi

“Mengenai adanya isu perpecahan PWI, sebenarnya sekarang ini sudah bersatu. Bahkan harus solid dan kerja bareng. Itu yang harus dijadikan modal dasar kita dalam berorganisasi,” ujarnya.

Menutup arahannya, Tantan mengajak pengurus dan anggota PWI Kabupaten Bandung menjadikan momentum raker untuk memperkokoh fondasi kebersamaan demi menjaga marwah dan profesionalisme pers di Jawa Barat.

“Pada akhirnya kita semua berada dalam satu rumah yang sama, yaitu PWI. Karena itu, perbedaan jangan dijadikan alasan untuk saling menjauh, tetapi bagaimana kita membangun komunikasi, saling menghargai dan bekerja bersama. Organisasi ini akan kuat kalau kita kuat bersama,” kata Tantan.

“Apapun dinamika yang terjadi, mari kita jaga persatuan, soliditas dan kekompakan. Karena kebersamaan itulah modal utama kita untuk membangun PWI ke depan,” pungkas Tantan. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.