METRUM
Jelajah Komunitas

SOSIALITA, Solidaritas Sosial ITB’93

PANDEMI telah mengubah segala sendi kehidupan, dan banyak pula yang terdampak karenanya. Empat belas alumni ITB Angkatan 1993 meninggal dunia karena pandemi, bahkan tiga di antaranya berpulang beserta pasangannya, dan meninggalkan anak-anak yang masih berusia sekolah.

Oleh karena itu, Alumni ITB’93 menyelenggarakan SOSIALITA (Solidaritas Sosial Sembilan Tiga) pada Rabu, 29 September 2021, mulai pukul 19.30 WIB di acara mingguan Ganeshow di MuterTV. Acara ini berisi “Lelang Amal” yang merupakan penggalangan dana bagi putra-putri alumni ITB’93 yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan pendidikan.

Kegiatan ini, selain diisi dengan lelang karya alumni Seni Rupa 1993, juga didukung oleh hadirnya teman-teman Se93rieus yang merupakan original member Seurieus Band.

Band yang digawangi Dian Dipa Chandra “Candil” SR/DKV’93 -vokal, Ramah Handoko “Kokow” SR/DP’93 -gitar, Dinar Hidayat “Dinar” SR/DP’93-gitar, Ezard Juliando “Ezzy” SR/DP’93-keyboard, Erwin Yulista “Hayam” SR/DKV’93- drum dan Mulki Nazamulhakim “Mulki” SR/KriyaTekstil’93- bass, sebenarnya berawal dari band SR93.

“Banyak sekali kenangan kebersamaan, atraksi, dan momen-momen khusus. Hasil manggung Seurieus dulu itu yaa dinikmati bersama oleh semua pemain dan crew. Buat makan-makan selepas pertunjukan atau bantu-bantu teman-teman yang membutuhkan,” ungkap Candil, sang vokalis.

Perjalanan panjang band ini hingga sempat meraih nominasi di AMI Award 2006, hingga bertahun-tahun dalam keadaan vakum, membuat Candil ingin mencari momen kebersamaan lagi.

Kondisi pandemi Covid-19 mengubah banyak hal sekaligus menjadi titik balik, dari bingung mau bagaimana, hingga semangat untuk bangkit lagi.

Seurieus kali ini bertransformasi menjadi Se93rieus atau bisa dijabarkan sebagai Segerieus alias SR Sembilan Tiga All Artieus, yang juga bisa dianggap sebagai ikatan Solidaritas93, tanpa sekat.

Juga turut meramaikan kegiatan SOSIALITA ini adalah SALTO, yang merupakan kependekan dari Salapan Tilu Oye (Bhs Sunda, yang artinya Sembilan Tiga Oke). Band amatir ini dibentuk oleh Aris dan Asti dari AR93, di tahun 2016 jelang Festival Band ITB.

BACA JUGA:  Iran Peringatkan AS dan Inggris agar Hentikan Serangan terhadap Houthi

Pada penampilan perdana Salto di Festival Band Alumni ITB 2017 mendapat dukungan Candil sebagai bintang tamu. Salto kerap tampil pada acara-acara ITB, seperti acara turnamen golf, ultra marathon, dan panggung-panggung reuni, SALTO pun telah mengeluarkan single karya sendiri bertajuk ‘Omaigat’ ciptaan Aris dan Muli yang dinyanyikan pada Festival Band ITB 2019, dan sudah dapat dinikmati di spotify. Single kedua ‘Nada Laguku’ yang diciptakan oleh Muli dan Didiet, dirilis di penghujung 2020.

Flyer Sosialita (Dok. Panitia).*

Personil SALTO yang terdiri dari berbagai jurusan dari angkatan 93, yaitu Aris Maryadi AR’93- gitar, Didiet Fadriana AR’93 – keyboard, Anneke Prasyanti AR’93 – keyboard, Cindee Spies SR’93 – vokal, Siti Nur Saidah SR’93 – vokal, Muhammad Arfan TM’93- vokal, Yunita Warastuti AR’93- vokal, Muli Amri AR’93 – vokal, Viar Hendiar GD’93 – vokal, Prio Hartanto AR’93 – bass, Rully Gumilar AR’93 – drum, dan Arief Rinoko TA’93 – saxophone.

Lahan berkarya melalui seni, memang merupakan salah satu cara mendukung penggalangan dana untuk mendukung biaya pendidikan anak-anak dari para alumni ’93 yang telah meninggal dunia akibat wabah Covid-19. Lelang amal ditutup pada Rabu (29/9) pukul 21.00 WIB. Karya yang akan dilelang diantaranya adalah karya seni Alumni Seni Rupa ITB, karya karikatur Thomdean, karya komikus Chris Lie, dan memorabilia Seurieus. Karya dapat dilihat di https://www.youb.id/fundraising/sosialita.

Meski pandemi saat ini menghilangkan banyak jiwa, khususnya di ITB Angkatan’93, namun keadaan ini juga sekaligus mempertemukan banyak jiwa baru yang bisa saling menguatkan dan mendukung. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.