METRUM
Jelajah Komunitas

Suhu Global Terus Memanas, PBB Prediksi Rekor Panas Dunia Kembali Terlampaui

JENEWA (METRUM) – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali mengeluarkan peringatan serius terkait krisis iklim global. Melalui Organisasi Meteorologi Dunia atau World Meteorological Organization (WMO), lembaga tersebut memprediksi suhu rata-rata bumi dalam lima tahun ke depan akan tetap berada pada level rekor tertinggi atau bahkan melampauinya.

Peringatan ini memperkuat tren pemanasan global yang terus berlangsung selama lebih dari satu dekade terakhir. Sejak 2015, dunia mencatat sederet tahun terpanas dalam sejarah pengamatan modern, dan para ilmuwan meyakini tren tersebut masih akan berlanjut setidaknya hingga akhir dekade ini.

Dalam laporan terbaru bertajuk Global Annual-to-Decadal Climate Update, WMO memperkirakan terdapat peluang sebesar 86 persen bahwa setidaknya satu tahun pada periode 2026–2030 akan mencatat suhu yang lebih panas dibanding rekor global yang tercipta pada 2024.

Tak hanya itu, para ahli juga menghitung peluang sekitar 75 persen bahwa rata-rata suhu global selama lima tahun mendatang akan melampaui ambang batas 1,5 derajat Celsius dibanding era pra-industri, batas yang selama ini menjadi acuan penting dalam upaya menekan dampak perubahan iklim.

Peringatan tersebut muncul ketika sejumlah wilayah di Eropa Barat tengah mengalami gelombang panas ekstrem. Inggris dan Prancis bahkan mencatat suhu tertinggi untuk periode Mei, dipicu fenomena “kubah panas” yang menjebak massa udara panas di kawasan tersebut.

Tim ilmuwan yang dipimpin Dr. Leon Hermanson menyebut kemunculan fenomena El Nino pada akhir 2026 berpotensi mempercepat peningkatan suhu global dan membuka peluang terciptanya rekor panas baru pada 2027.

Fenomena El Nino sendiri merupakan siklus iklim alami yang menyebabkan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur menghangat. Dampaknya dapat memengaruhi pola angin, curah hujan, hingga cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia.

BACA JUGA:  Hari Kerja Pertama Usai Libur Lebaran, ASN Kota Bandung Langsung Layani Publik

Sebelumnya, El Nino kuat yang terjadi pada 2023 turut mendorong suhu global ke level tertinggi kedua dalam sejarah. Setahun kemudian, 2024 resmi tercatat sebagai tahun terpanas yang pernah dialami bumi dengan rata-rata suhu global sekitar 1,55 derajat Celsius di atas level pra-revolusi industri.

Para pakar iklim menilai tren pemanasan yang terus meningkat menjadi sinyal bahwa dunia semakin dekat dengan dampak perubahan iklim yang lebih ekstrem, mulai dari gelombang panas berkepanjangan, kekeringan, kebakaran hutan, hingga meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem di berbagai negara.

Dengan proyeksi suhu yang terus menanjak hingga 2030, laporan WMO kembali menjadi alarm keras bagi pemerintah dunia untuk mempercepat langkah mitigasi dan adaptasi iklim guna menekan risiko yang lebih besar pada masa mendatang. (M1-RTI)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.