METRUM
Jelajah Komunitas

Tangguh di Etape Marathon, Daniel Sanders Kembali Puncaki Klasemen Motor Reli Dakar 2025

JUARA bertahan Reli Dakar 2025, Daniel Sanders, kembali menunjukkan kelasnya. Pereli KTM Factory Team asal Australia itu mampu menjaga performa motor dan ban secara optimal pada etape Marathon yang digelar selama dua hari tanpa bantuan mekanik maupun suku cadang tim. Strategi dan pengalamannya menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi pada Etape ke-4 dan Etape ke-5 ajang Reli Dakar 2025 yang berlangsung di gurun pasir Saudi Arabia.

Pada Etape ke-5 yang menempuh rute seputar Al Ula dengan jarak special stage 371 kilometer, Jumat (9/1/2025) WIB, Sanders finis di posisi ketiga. Hasil tersebut sudah cukup untuk mengantarkannya kembali ke puncak klasemen sementara kategori Motor, setelah sempat kehilangan posisi teratas pada Etape ke-4. Sejak Etape 1 hingga Etape 3, Sanders memang mendominasi klasemen sebelum akhirnya kembali memimpin usai Etape ke-5.

Sanders mengakui bahwa etape Marathon merupakan ujian berat bagi seluruh pereli, terutama karena tidak adanya dukungan teknis dari tim. Namun, ia menegaskan KTM sudah terbiasa menghadapi situasi ekstrem di Reli Dakar.

“Ini adalah perjuangan yang sangat berat, tetapi kami di KTM sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini. KTM merupakan tim pabrikan yang telah berkali-kali menjuarai Reli Dakar dan menjadi tim tersukses di kategori Motor sejak pertama kali digelar pada 1979 di Afrika, sebelum akhirnya dipindahkan ke Saudi Arabia pascapandemi Covid-19,” ujar Sanders kepada Eurosport.

Sementara itu, dua pereli Monster Energy Honda, Tosha Schareina dan Ricky Brabec, yang sebelumnya menempati posisi atas klasemen, harus menghadapi masalah serius pada Etape ke-4. Keduanya mengalami kerusakan ban dan terpaksa melakukan perbaikan sendiri tanpa cadangan maupun bantuan mekanik agar dapat melanjutkan lomba hingga Etape ke-5.

BACA JUGA:  Pemkot Bandung Pastikan 13 Titik Wifi Kembali Berfungsi pada Akhir September 2022

“Kami kehilangan banyak waktu karena sisi ban terkelupas pada Etape ke-4. Saya harus mengganjalnya dengan lapisan khusus sebagai solusi darurat agar bisa mencapai finis Etape ke-5. Kecepatan jelas tidak bisa dipacu maksimal,” kata Schareina.

Pada Etape ke-5 kategori Motor, Luciano Benavides dari KTM Factory Team Argentina tampil sebagai yang tercepat dengan catatan waktu 4 jam 5 menit 16 detik. Ia diikuti Jose Cornejo dari Hero Motorsport Chile dengan selisih 3 menit 5 detik, sementara Daniel Sanders finis ketiga terpaut 5 menit 5 detik.

Di klasemen sementara hingga Etape ke-5 kategori Motor, Daniel Sanders memimpin dengan waktu total 20 jam 58 menit 10 detik. Ia dibuntuti Ricky Brabec di posisi kedua dengan selisih 2 menit 2 detik, disusul Luciano Benavides di peringkat ketiga terpaut 5 menit 5 detik. Tosha Schareina menempati posisi keempat dengan selisih 11 menit 50 detik.

Untuk kategori Mobil, Henk Lategan dari Toyota Gazoo Racing Afrika Selatan masih memimpin klasemen sementara dengan waktu total 20 jam 36 menit 44 detik. Posisi kedua ditempati Nasser Al-Attiyah dari Dacia Qatar yang tertinggal 3 menit 17 detik, sedangkan Mattias Ekstrom dari Ford Raptor berada di urutan ketiga dengan selisih 5 menit 38 detik. (M1-BK)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.