Tour de France 2026: Pogacar Masih Favorit, Jonas Vingegaard dan Paul Seixas Siap Mengguncang Dominasi
PERSAINGAN memperebutkan gelar Tour de France (TdF) 2026 diprediksi menjadi yang paling ketat dalam beberapa tahun terakhir. Balapan edisi ke-113 ini akan berlangsung mulai 4 hingga 26 Juli 2026, menempuh 3.325 kilometer dalam 21 etape, dengan start di Barcelona, Spanyol, dan finis di Paris, Prancis.
Jika dalam enam musim terakhir persaingan didominasi dua raja tanjakan, Tadej Pogacar (UAE Emirates XRG) dan Jonas Vingegaard (Visma Lease a Bike), tahun ini muncul penantang baru yang mencuri perhatian, yakni pembalap muda Prancis Paul Seixas.
Di usia baru 19 tahun, Seixas menjadi harapan besar publik Prancis untuk mengakhiri penantian panjang gelar Tour de France. Terakhir kali pembalap tuan rumah menjuarai ajang bergengsi tersebut adalah Bernard Hinault pada 1985, atau 41 tahun silam.
Pogacar Tetap Favorit
Meski persaingan diprediksi lebih terbuka, Pogacar masih menjadi kandidat terkuat meraih gelar juara. Pembalap Slovenia berusia 27 tahun itu memburu gelar kelima setelah sebelumnya menjuarai Tour de France pada 2020, 2021, 2024, dan 2025.
Persiapan Pogacar menuju Tour de France juga sangat impresif. Ia sukses menjuarai sejumlah balapan klasik bergengsi seperti Strade Bianche, Milan-San Remo, dan Liège–Bastogne–Liège.
Rival utamanya tetap Jonas Vingegaard, juara Tour de France 2022 dan 2023. Pembalap Denmark itu datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjuarai Paris-Nice, Volta a Catalunya, dan Giro d’Italia 2026.

Meski demikian, sejumlah pengamat menilai Vingegaard masih harus membuktikan mampu mengimbangi Pogacar, terutama pada etape-etape pegunungan dan nomor Individual Time Trial (ITT) yang dalam dua musim terakhir menjadi keunggulan pembalap Slovenia tersebut.
Paul Seixas Jadi Sorotan
Nama lain yang mencuri perhatian adalah Paul Seixas. Meski baru menjalani debut di Tour de France, pembalap Decathlon CMA CGM itu tampil luar biasa sepanjang musim ini.
Seixas dua kali finis sebagai runner-up di belakang Pogacar pada Strade Bianche dan Liège–Bastogne–Liège, sebelum menjuarai Tour Itzulia Basque Country dan La Flèche Wallonne.
Sayangnya, persiapannya menuju Tour de France sedikit terganggu setelah mengalami kecelakaan pada Tour Auvergne-Rhône-Alpes, sehingga gagal menyelesaikan balapan tersebut.
Meski demikian, kemampuan mendakinya membuat Seixas diprediksi mampu bersaing memperebutkan kaus putih sebagai pembalap muda terbaik sekaligus menjadi investasi besar bagi Prancis untuk beberapa tahun ke depan.
Remco Masih Sulit Menyaingi
Sementara itu, juara Olimpiade Paris 2024 Remco Evenepoel juga masuk dalam daftar kandidat. Namun banyak pengamat menilai pembalap Belgia tersebut masih kesulitan bersaing dalam balapan tiga pekan seperti Tour de France.
Remco memang dikenal sangat kuat di nomor ITT, tetapi performanya di tanjakan dinilai belum mampu menandingi Pogacar, Vingegaard, maupun Seixas.
Tour de France 2026 pun dipastikan menjadi panggung pertarungan menarik. Pogacar datang sebagai unggulan utama untuk memburu gelar kelima, sementara Jonas Vingegaard berusaha merebut kembali mahkota juara. Di sisi lain, publik Prancis menaruh harapan besar kepada Paul Seixas untuk membuka era baru sekaligus mengakhiri puasa gelar tuan rumah yang telah berlangsung lebih dari empat dekade. (M1-BK)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.