METRUM
Jelajah Komunitas

Uban di Usia Muda Meningkat: Dokter Ungkap 5 Penyebab Utamanya

TAIWAN, ROC (METRUM) – Fenomena rambut beruban pada usia muda semakin banyak dibahas dan menimbulkan kekhawatiran terkait kondisi kesehatan generasi muda. Para ahli mengungkapkan bahwa selain faktor penuaan dan stres, terdapat lima penyebab utama yang mempercepat hilangnya melanin pada rambut: faktor genetik, stres kronis, pola makan yang tidak seimbang, kebiasaan hidup yang buruk, serta penuaan sel yang terjadi lebih cepat dari normal.

Kepala Departemen Dermatologi, Dr. Huang Hsing-wei, menjelaskan bahwa warna rambut berasal dari melanin yang dihasilkan sel melanosit di folikel rambut. “Saat sel-sel ini menua atau fungsinya menurun, rambut kehilangan pigmennya dan berubah menjadi putih,” tuturnya.

Faktor keturunan menjadi penyebab yang paling sulit dihindari. Dokter kedokteran keluarga, Dr. Yu En, bahkan membagikan pengalamannya. “Saya mulai beruban sejak muda karena faktor keluarga. Pada masa residensi, ketika jam kerja sangat padat, pertumbuhan uban saya semakin cepat,” katanya.

Selain faktor genetik, stres dan gaya hidup tidak sehat turut mempercepat munculnya uban. Dr. Hsu Wei-chien menjelaskan bahwa stres dapat memicu peningkatan hormon adrenalin yang berdampak pada sel melanosit. Kekurangan nutrisi seperti protein, zinc, dan mineral penting lainnya juga dapat mempercepat rambut memutih.

Meski begitu, tidak semua uban bersifat permanen. “Uban karena proses penuaan memang sulit dipulihkan. Namun, uban yang muncul akibat stres atau kekurangan nutrisi masih berpeluang kembali hitam,” jelas Dr. Huang. Perbaikan pola hidup, manajemen stres, serta asupan gizi yang cukup dapat membantu memulihkan fungsi melanosit.

Para dokter juga mengingatkan agar tidak mencabut uban. “Mencabut uban dapat memicu iritasi pada folikel rambut, menimbulkan peradangan, bahkan risiko infeksi jika menimbulkan luka,” tegas Dr. Hsu.

BACA JUGA:  Tarawih Keliling, Farhan Lega Semangat Gotong Royong dan Kebersamaan Warga Bandung Tetap Kuat

Pada akhirnya, para ahli menekankan bahwa uban bukan sekadar masalah estetika, tetapi bisa menjadi tanda tubuh yang membutuhkan perhatian serius dan perbaikan gaya hidup. (RTI-M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.