Usung Solidarity in Harmony, Pawai Budaya HJKB 216 Siap Hadirkan Uniknya Potensi Lokal dan Inovasi Kota Bandung
KOTA BANDUNG (METRUM) – Peringatan Hari Jadi ke-216 Kota Bandung (HJKB) dipastikan bakal berlangsung meriah melalui gelaran Pawai Budaya Karnaval Jampana. Mengangkat tema utama “Solidarity in Harmony”, ajang ini dirancang sebagai panggung besar untuk memamerkan kekayaan seni, budaya, serta identitas unik dari tiap perangkat daerah dan kecamatan se-Kota Bandung.
Kirab Jampana dijadwalkan menghentak Kota Kembang pada Sabtu, 24 Oktober 2026, mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Rombongan pawai akan melintasi rute sepanjang 1,3 kilometer, dimulai dari persimpangan Jalan Diponegoro – Ir. H. Juanda (Dago) dan berakhir di gerbang keluar Balai Kota Bandung, Jalan Merdeka.
Dalam petunjuk pelaksanaannya, seluruh kontingen diwajibkan menampilkan elemen visual yang merepresentasikan karakteristik instansi atau wilayahnya. Perangkat daerah akan memvisualisasikan tugas pokok, fungsi, hingga inovasi layanan publik melalui dekorasi Jampana.
Beberapa representasi unik yang disiapkan antara lain visualisasi KTP dan Kartu Keluarga oleh Disdukcapil, miniatur mobil pemadam oleh Diskar PB, hingga pajangan hewan ternak oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
Sementara itu, jajaran kecamatan bakal mengunggulkan potensi wilayah, kuliner khas, serta tradisi seni lokal. Kecamatan Coblong siap menampilkan kesenian Ulin Barong, Kecamatan Gedebage membawakan ikon Masjid Raya Al-Jabbar, sedangkan Kecamatan Babakan Ciparay memamerkan sentra Tahu Cibuntu.
Guna menghidupkan suasana di sepanjang rute, para peserta juga diinstruksikan mengenakan kostum tematik, menyajikan atraksi singkat, serta memekakkan yel-yel khas. Saat melintas di panggung utama pentas seni, narasi filosofis mengenai tema Jampana masing-masing peserta akan dibacakan oleh pembawa acara.
Sesuai draf jadwal, selepas gelaran Jampana pada pukul 09.00 WIB, rangkaian acara akan berlanjut dengan resepsi di Balai Kota Bandung. Kemeriahan parade budaya HJKB 216 ini turut disempurnakan oleh penampilan panggung dari seniman dan grup musik kenamaan, seperti Ega Robot Percussion, Kuburan Band, hingga maestro seni Sunda, Bungsu Bandung. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.