METRUM
Jelajah Komunitas

#1ThBandungUtama: Dari Job Fair ke Dunia Kerja, Alfa Kini Jadi Karyawan Amanda Brownies

KOTA BANDUNG (METRUM) – Alfa Hakim Faryatua tidak pernah menduga, langkah sederhana dengan memindai barcode justru menjadi awal perjalanannya memperoleh pekerjaan.

Kesempatan kerja yang difasilitasi Pemerintah Kota Bandung melalui bursa kerja kembali membuahkan hasil. Salah satunya dialami Alfa, yang berhasil diterima bekerja setelah mengikuti Job Fair yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung pada November 2025.

Alfa mengaku melamar pekerjaan melalui ajang tersebut dan beberapa waktu kemudian dinyatakan lolos seleksi. Ia resmi mulai bekerja di Amanda Brownies sejak 22 Desember 2025 dan kini menjadi bagian dari sektor ritel di Kota Bandung.

Pengalaman Alfa menjadi contoh nyata bagaimana program fasilitasi ketenagakerjaan yang digelar Pemkot Bandung dapat langsung dimanfaatkan masyarakat pencari kerja.

Sebagai informasi, pada 19–20 November 2025, Pemkot Bandung melalui Disnaker menyelenggarakan Job Fair 2025 yang diikuti 42 perusahaan dari berbagai sektor. Total lowongan yang dibuka saat itu mencapai 10.278 posisi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada akhir 2024 tercatat sebesar 7,4 persen. Pemkot Bandung menargetkan penurunan angka tersebut menjadi 6 persen melalui berbagai program intervensi di bidang ketenagakerjaan.

Sebelumnya, pada Job Fair Juni 2025, sebanyak 3.380 pencari kerja tercatat hadir dan 1.443 orang atau sekitar 43 persen berhasil mendapatkan penempatan kerja. Capaian tersebut menunjukkan bahwa bursa kerja menjadi salah satu instrumen efektif untuk mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan tenaga kerja.

Selain mendorong akses kerja formal, Pemkot Bandung juga mengembangkan program kewirausahaan bagi generasi muda. Salah satunya melalui program Cempor (Camp Entrepreneur) yang diinisiasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung.

Sepanjang 2025, tercatat 3.713 pendaftar mengikuti seleksi program tersebut, dengan 250 peserta mendapatkan pelatihan dan pendampingan. Materi yang diberikan meliputi penguatan pola pikir kewirausahaan, pengembangan produk, pencatatan keuangan, legalitas usaha, hingga strategi pemasaran digital.

BACA JUGA:  TikTok Shop Resmi Ditutup, Akankah UMKM Merugi?

Pendekatan ini diharapkan membuka peluang penghasilan alternatif bagi anak muda, tidak hanya sebagai pencari kerja tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja.

Berbagai upaya penurunan pengangguran di Kota Bandung terus dilakukan melalui jalur penempatan tenaga kerja maupun pengembangan kewirausahaan. Kisah Alfa menjadi salah satu gambaran bagaimana akses terhadap program Pemkot mampu menghadirkan peluang kerja nyata bagi masyarakat. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.