METRUM
Jelajah Komunitas

20 Menit, Rp1 Triliun Raib: Kisah Perampokan Kereta Paling Berani di Inggris Tahun 1963

PERAMPOKAN kereta mungkin terdengar seperti kisah abad ke-19. Namun pada 1963, sekelompok penjahat di Inggris membuktikan bahwa aksi tersebut masih bisa dilakukan — bahkan menjadi salah satu perampokan paling legendaris dalam sejarah.

Dikenal sebagai Great Train Robbery 1963, aksi ini mengguncang publik Inggris karena keberaniannya, perencanaan matang, dan jumlah uang yang berhasil digondol.

Informasi Orang Dalam dan Rencana Berlapis

Otak di balik perampokan ini adalah para kriminal kawakan seperti Bruce Reynolds, Gordon Goody, Ronald Edwards, dan Charlie Wilson.

Mereka mendapatkan informasi penting dari seorang pegawai senior Royal Mail yang hanya dikenal dengan julukan “Ulsterman”. Informasi tersebut menyebutkan bahwa jutaan pound sterling akan dikirim menggunakan kereta dari Glasgow menuju London.

Tergiur peluang besar, kelompok yang menamakan diri “South West Gang” ini menyusun rencana selama berminggu-minggu. Namun, mereka sadar membutuhkan lebih banyak tenaga. Mereka pun beraliansi dengan kelompok lain, “South Coast Raiders”, hingga total sekitar 15 orang terlibat.

Malam Penentuan: 20 Menit yang Mengubah Sejarah

Aksi dilakukan pada malam 8 Agustus 1963, di dekat desa Cheddington, sekitar 64 kilometer dari London. Tanggal tersebut dipilih bukan tanpa alasan — bertepatan dengan akhir pekan libur panjang, saat jumlah uang yang diangkut meningkat drastis.

Para pelaku memanipulasi sinyal kereta hingga berhenti. Begitu kereta melambat, mereka langsung naik dan menyerang masinis, Jack Mills, hingga terluka parah.

Dalam kondisi berdarah, masinis dipaksa menjalankan gerbong depan menuju lokasi yang telah disiapkan. Dalam waktu kurang dari 20 menit, para perampok berhasil membobol gerbong berisi uang dan membawa kabur sekitar £2,6 juta — setara lebih dari 70 juta dolar AS saat ini.

BACA JUGA:  Pelatar Forum Romawi 2.000 Tahun Ditemukan di Dasar Hotel Barcelona!
Tiga tersangka yang ditangkap sehubungan dengan Perampokan Kereta Api Besar meninggalkan pengadilan Linslade dengan selimut menutupi kepala mereka. (Foto: Central Press/Getty Images/allthatsinteresting.com).*

Penangkapan, Pelarian, dan Uang yang Menguap

Kepolisian bergerak cepat. Pada akhir tahun yang sama, 10 dari 18 pelaku berhasil ditangkap. Dalam lima tahun berikutnya, tiga lainnya menyusul.

Namun, kisah ini semakin dramatis ketika dua pelaku berhasil kabur dari penjara. Salah satunya, Ronnie Biggs, hidup dalam pelarian selama 36 tahun di Australia dan Brasil sebelum akhirnya kembali ke Inggris pada 2001 dalam kondisi kesehatan menurun.

Dari total uang yang dicuri, polisi hanya berhasil menemukan kembali sekitar £375.000. Sisanya praktis hilang — terlebih setelah Inggris mengubah sistem mata uangnya pada 1971, membuat sebagian besar uang curian tak lagi bernilai.

Kejahatan yang Menjadi Legenda

Perampokan ini bukan sekadar aksi kriminal, melainkan simbol kecanggihan perencanaan di era modern. Meski teknologi forensik seperti DNA dan sidik jari sudah berkembang, banyak kasus perampokan besar tetap sulit dipecahkan.

Bahkan, kasus lain seperti pencurian di Isabella Stewart Gardner Museum pada 1990-an masih menjadi misteri hingga kini.

Kisah-kisah ini menunjukkan satu hal: dalam dunia kejahatan, kecerdikan dan keberanian sering kali meninggalkan jejak yang lebih panjang daripada hasil rampokannya sendiri. (M1-Sumber: allthatsinteresting.com)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.