200 Warga Gedebage Ikut Padat Karya, Pemkot Bandung Genjot Kebersihan dan Ekonomi
KOTA BANDUNG (METRUM) – Program Padat Karya yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung di Kecamatan Gedebage tidak hanya difokuskan untuk membantu meningkatkan penghasilan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan kesadaran dan kepedulian warga terhadap kebersihan serta kondisi lingkungan di sekitar.
Pemerintah Kota Bandung menggelar program padat karya di wilayah Kecamatan Gedebage dengan melibatkan 200 warga dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Kegiatan yang dimulai Rabu, 11 Mei 2026 itu difokuskan pada pembersihan dan pemeliharaan lingkungan di sejumlah titik wilayah.
Program tersebut tersebar di empat kelurahan, yakni Rancabolang, Rancanumpang, Cimincrang, dan Cisaranten Kidul. Masing-masing wilayah diikuti 50 peserta yang berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya masyarakat kategori desil 1 hingga 5.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengatakan program padat karya tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Program ini bertujuan menciptakan kebersihan dan keindahan lingkungan sekaligus membantu mendongkrak perekonomian masyarakat,” ujar Yayan.
Selama 10 hari pelaksanaan, peserta mendapat perlengkapan kerja seperti sepatu, cangkul, sekop, dan alat pendukung lainnya. Selain itu, peserta juga menerima makan siang, makanan ringan, serta honor sebesar Rp175 ribu per hari.
Yayan mengungkapkan, target peserta program padat karya di Bandung sepanjang 2026 mencapai 8.500 orang. Pelaksanaannya dilakukan melalui kelurahan berdasarkan hasil reses anggota dewan dan usulan musrenbang.
Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus membantu pemulihan ekonomi warga. Meski bersifat sementara, Yayan menekankan pentingnya menjaga semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Sementara itu, Camat Gedebage, Latif, menilai program padat karya membawa dampak positif tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial warga.
“Bukan hanya mendapatkan bantuan upah, tetapi juga menumbuhkan rasa gotong royong dan kemandirian untuk senantiasa menjaga lingkungan,” kata Latif.
Ia menambahkan, pelaksanaan padat karya tahun ini menjadi hal baru karena empat kelurahan digabung dalam satu pelaksanaan tingkat kecamatan. Kegiatan difokuskan di sejumlah RW dengan sasaran utama pembersihan dan pemeliharaan lingkungan. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.