Data Pengguna LINE Pay di Jepang, Taiwan dan Thailand Bocor
TAIWAN, ROC – Pembayaran seluler (mobile payment) LINE PAY yang berada di bawah naungan perangkat lunak LINE diberitakan mengalami kebocoran transaksi. Dilaporkan ada sekitar 133.000 data pengguna yang diunggah secara terbuka ke jaringan internet. Kebocoran kali ini melibatkan 50.000 pengguna di Jepang, serta lebih dari 80.000 pengguna di Taiwan dan Thailand.
Dilansir dari RTI, berita kebocoran ini pertama kali diwartakan media NHK, surat kabar Nikkei, serta beberapa saluran televisi lokal Jepang. Data transaksi LINE PAY yang bocor kali ini berasal dari para pengguna yang sempat mengikuti kegiatan promosi tertentu sekitar 26 Desember 2020 hingga 2 April 2021, termasuk 51.543 pengguna di Jepang, serta lainnya berasal dari Taiwan dan Thailand, dengan angka mencapai 81.941 pengguna. Kebocoran data transaksi kali ini juga telah diakses sebanyak 11 kali.
Informasi yang bocor meliputi tanggal dan jumlah transaksi, serta kode identifikasi milik pengguna dan waralaba. Jika ditelusuri lebih lanjut, maka dapat ditemukan nama pengguna. Namun demikian, data-data sensitif seperti alamat, nomor telepon, nomor kartu kredit dan rekening bank tidak bocor.
Laporan tersebut mewartakan, kebocoran kali ini disebabkan karena adanya kekeliruan dari karyawan saat hendak melakukan survei lapangan. Tanpa disengaja mereka pun mengunggah data tersebut ke situs hosting GitHub yang digunakan oleh pengembang perangkat lunak.
Atas insiden kebocoran ini, perusahaan LINE menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya. LINE menuturkan, file yang diunggah secara tidak disengaja tersebut kini telah dihapus dari internet. LINE juga telah menghubungi para pengguna yang data transaksinya bocor kali ini. Hingga berita ini dirilis, tidak ada kabar kerugian dari para pengguna yang dilaporkan.
Menurut data per bulan Juni, LINE Pay memiliki sekitar 40 juta pengguna di Jepang. Pada akhir November, LINE PAY diberitakan tidak dapat digunakan masyarakat di Jepang selama kurang lebih satu jam. Dan saat itu, ada sekitar 25.000 transaksi yang terulang kembali. Menanggapi hal tersebut, pihak LINE PAY menuturkan, jika kebocoran kali ini tidak ada kaitannya dengan insiden pada bulan November lalu. (M1-RTI)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.