METRUM
Jelajah Komunitas

Rhythm & Recipes Jadi Bukti Bandung Siap Bersaing Lewat Budaya dan Industri Kreatif

KOTA BANDUNG (METRUM) – Bandung kembali menegaskan identitasnya sebagai kota kreatif yang terbuka terhadap jejaring dan kolaborasi internasional. Melalui penyelenggaraan Rhythm & Recipes, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memandang festival budaya dan kuliner tidak hanya sebagai ajang hiburan, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk memperkuat diplomasi budaya, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, serta membuka peluang kerja sama global yang lebih luas.

Wakil Wali Kota Bandung, Muhammad Erwin, menegaskan bahwa daya saing kota di era global tidak lagi semata ditentukan oleh pembangunan infrastruktur. Menurutnya, kemampuan membangun ekosistem kreativitas, kebudayaan, dan konektivitas global justru menjadi faktor penting yang menentukan posisi sebuah kota di kancah internasional.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan promosi budaya dan produk halal bertajuk Rhythm & Recipes Consumer Experience di Paskal 23, Jumat (5/6/2026).

Erwin menyebut Bandung memiliki modal kuat untuk berkembang sebagai kota berkelas dunia. Selain dikenal sebagai kota pendidikan, Bandung juga memiliki identitas sebagai kota kreatif, pusat anak muda, serta ruang terbuka bagi pertukaran ide dan inovasi dari berbagai negara.

“Karakter Bandung sangat kuat. Kota ini memiliki energi kreatif yang besar dan terbuka terhadap berbagai kolaborasi global,” ujarnya.

Menurut Erwin, penyelenggaraan Rhythm & Recipes menjadi contoh nyata bagaimana musik, kuliner, dan budaya mampu menjadi medium yang efektif untuk mempererat hubungan antarbangsa. Ia menilai diplomasi modern kini tidak hanya berlangsung di ruang-ruang formal, tetapi juga tumbuh melalui interaksi budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Erwin juga menyoroti fenomena global K-Pop yang dinilai berhasil mengubah budaya populer menjadi kekuatan ekonomi dan diplomasi internasional. Di balik popularitasnya, terdapat nilai disiplin, kreativitas, inovasi, dan kemampuan membangun industri budaya yang berkelanjutan.

BACA JUGA:  Cegah Creativity Drain, Bandung Perkuat Ekosistem Kreatif dan Umumkan 10 Kreator Terbaik 2025

“Korea Selatan berhasil menjadikan budaya sebagai soft power yang berpengaruh di dunia. Bandung memiliki potensi untuk menempuh jalur yang sama,” katanya.

Ia menilai Bandung memiliki berbagai keunggulan untuk menjadi pusat kreativitas internasional, mulai dari melimpahnya talenta muda, komunitas kreatif yang aktif, industri kuliner yang berkembang pesat, hingga ekosistem inovasi yang terus bertumbuh.

Erwin juga mengingatkan bahwa hubungan Kota Bandung dengan Korea Selatan telah terjalin cukup lama melalui berbagai program sister city. Hubungan tersebut membuka peluang kerja sama yang luas di bidang budaya, pendidikan, teknologi, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.

Ke depan, ia berharap kolaborasi tidak hanya berlangsung di level pemerintah, tetapi juga melibatkan komunitas, generasi muda, dan pelaku industri kreatif agar manfaatnya semakin luas.

“Musik, kuliner, seni, dan interaksi antar manusia kini menjadi bentuk diplomasi yang paling kuat dan efektif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Erwin menilai festival tersebut juga menjadi peluang strategis bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif Kota Bandung untuk memperluas jaringan pasar sekaligus meningkatkan daya saing hingga level internasional.

Ia turut mengapresiasi konsep K-Halal yang diangkat dalam acara tersebut. Menurutnya, konsep itu menunjukkan bahwa modernitas dan globalisasi dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai lokal dan identitas budaya.

“Kita bisa menjadi bagian dari dunia tanpa kehilangan jati diri. Kita bisa berkembang secara global tanpa meninggalkan nilai yang menjadi karakter bangsa,” tegasnya.

Di hadapan para generasi muda, Erwin mengajak anak-anak muda Bandung untuk tidak sekadar menjadi konsumen tren global, melainkan tampil sebagai pencipta karya, inovator, dan motor penggerak perubahan.

“Bandung membutuhkan generasi yang berani bermimpi besar, berani berkolaborasi, dan mampu membawa nama kota ini ke panggung dunia,” ujarnya.

BACA JUGA:  Sepakbola Olimpiade Paris 2024: Argentina Dikalahkan Maroko, Irak Kandaskan Ukraina

Ia berharap Rhythm & Recipes menjadi titik awal lahirnya lebih banyak kolaborasi internasional yang mampu membuka peluang baru bagi pelaku kreatif Kota Bandung untuk berkembang di pasar global.

“Jangan berhenti sebagai acara seremonial. Momentum seperti ini harus menjadi ruang kolaborasi internasional yang berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.