Kota Bandung Utus Dua Delegasi ke Youth City Changer 20206, Siap Bawa Inovasi untuk Pembangunan Kota
KOTA BANDUNG (METRUM) – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menegaskan komitmennya mendorong peran aktif generasi muda dalam pembangunan daerah. Salah satunya dengan mengirimkan dua delegasi terbaik mengikuti forum nasional Youth City Changer (YCC) 2026 yang mempertemukan perwakilan pemuda dari 98 kota di Indonesia.
Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Kota Bandung, Willy Wiradhika mengatakan, Youth City Changer menjadi ruang strategis bagi anak muda untuk bertukar gagasan, berbagi praktik baik, sekaligus menawarkan inovasi yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
“Harapannya, Youth City Changer bisa menjadi ruang bagi pemuda untuk menyampaikan inovasi yang telah mereka lakukan dan memberikan manfaat bagi pembangunan di daerah masing-masing,” kata Willy di Kantor Dispora Kota Bandung, Selasa (14/7/2026).
Menurut Willy, Kota Bandung mengutus Putri dan Alfath Fadhilah sebagai delegasi berdasarkan rekam jejak, komitmen, serta kontribusi nyata mereka dalam berbagai kegiatan kepemudaan, bukan melalui mekanisme seleksi terbuka.
Putri selama ini dikenal aktif mengangkat isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan melalui berbagai forum diskusi. Sementara Alfath konsisten menginisiasi berbagai gerakan yang mendorong keterlibatan anak muda dalam isu sosial dan pembangunan perkotaan.
“Hal yang menjadi pertimbangan kami adalah komitmen mereka terhadap isu yang diperjuangkan, rekam jejak yang baik, aktif dalam diskusi publik, forum kemasyarakatan serta kampanye yang membawa dampak positif,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Bandung memandang pemuda bukan sekadar penerus bangsa, tetapi juga inovator dan problem solver yang memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Pemuda jangan hanya menjadi penonton. Mereka harus aktif menyampaikan aspirasi, menawarkan inovasi, membuat kajian hingga menghadirkan solusi yang bisa membantu Kota Bandung menjadi lebih baik,” jelasnya.
Selain membawa berbagai praktik baik dari Bandung, kedua delegasi juga diharapkan mampu menyerap inovasi dari daerah lain untuk kemudian diadaptasi sesuai kebutuhan pembangunan di Kota Bandung.
“Program-program yang diperoleh dari daerah lain mudah-mudahan bisa dikembangkan di Kota Bandung sebagai salah satu solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi,” tambah Willy.
Sementara itu, Delegasi Kota Bandung, Alfath Fadhilah mengungkapkan, Youth City Changer menjadi wadah kolaborasi nasional bagi pemuda untuk merumuskan solusi atas berbagai persoalan pembangunan daerah.
“Di sana kami tidak hanya bertukar ide tetapi juga menyusun rekomendasi kebijakan yang nantinya dibawa kembali ke daerah masing-masing,” ujar Alfath.
Selama mengikuti kegiatan di Kota Medan, peserta mengikuti berbagai agenda, mulai dari Bursa Ide yang menjadi ajang presentasi program unggulan setiap kota hingga Kombur, forum diskusi kelompok yang membahas tantangan pembangunan perkotaan dan menyusun rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah.
Alfath menyebut, Kota Bandung mendapat kepercayaan menjadi salah satu dari delapan kota yang tergabung dalam tim penyusun rekomendasi pemuda yang akan disampaikan kepada para kepala daerah pada Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026.
Ia menilai pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa anak muda memiliki potensi besar menjadi motor perubahan apabila dibekali kapasitas, kepedulian, dan kemauan untuk berkontribusi.
“Anak muda harus terus meningkatkan kapasitas diri, memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan bangga terhadap identitas kotanya. Ketika kesadaran dan kepedulian itu tumbuh maka kontribusi nyata untuk pembangunan kota juga akan semakin besar,” katanya.
Sepulang dari forum tersebut, Alfath berkomitmen melanjutkan berbagai gerakan yang selama ini ia jalankan di Kota Bandung, mulai dari penguatan literasi, kampanye kesehatan mental, isu sosial, kesetaraan gender hingga peningkatan kapasitas atau upskilling pemuda.
Ia juga berharap sinergi antara komunitas kepemudaan dan Pemerintah Kota Bandung melalui Dispora maupun perangkat daerah lainnya semakin kuat sehingga mampu melahirkan lebih banyak program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin pengalaman yang didapat di Youth City Changer benar-benar memberikan dampak nyata bagi Kota Bandung. Semoga semakin banyak anak muda yang tergerak untuk ikut berkontribusi membangun kota tercinta,” tuturnya. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.