Kejar Target Akhir Tahun, Pemkot Bandung Bidik 435 Ribu KK Terdaftar Digitalisasi Perlinsos dan IKD
KOTA BANDUNG (METRUM) – Pemerintah Kota Bandung tancap gas mengejar target Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) dan Implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) hingga penghujung tahun 2026. Tak tanggung-tanggung, separuh dari total populasi Kepala Keluarga (KK) di Kota Kembang ditargetkan resmi terintegrasi secara digital dalam kurun tiga bulan ke depan.
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menegaskan bahwa percepatan ini krusial demi memangkas alur birokrasi dan menghadirkan layanan publik yang terintegrasi, transparan, serta makin mudah dijangkau warga.
“Digitalisasi Perlinsos dan implementasi IKD merupakan bagian dari upaya untuk menghadirkan pelayanan yang mudah, cepat, terintegrasi, dan dekat dengan masyarakat,” ujar Iskandar saat membuka Rapat Koordinasi Sosialisasi Perlinsos dan IKD di Bandung Command Center (BCC), Selasa (29/9/2026).
Dari total 870.832 KK yang tercatat di Kota Bandung, Pemkot membidik 435.416 KK atau setara 50 persen dapat masuk dalam sistem Perlinsos periode September hingga Desember 2026. Program digitalisasi ini juga dipastikan berjalan inklusif tanpa memandang status sosial ekonomi warga.
“Target ini tidak mengenal desil kesejahteraan. Artinya, kita ingin manfaat kegiatan Perlinsos dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Kota Bandung,” katanya.
Iskandar menegaskan bahwa pengerjaan proyek masif ini bukan melulu beban Dinas Sosial (Dinsos) atau Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) semata, melainkan kerja keroyokan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga unsur kewilayahan.
“Dinsos dan Disdukcapil bukan bekerja sendiri. Keduanya menjadi bagian dari sistem kerja Pemerintah Kota Bandung yang didukung oleh seluruh OPD dan kewilayahan,” tutur Iskandar.
Ia menginstruksikan para Kepala OPD yang berperan sebagai Liaison Officer (LO) untuk proaktif menggerakkan mesin organisasi, serta mendesak para camat dan lurah selaku koordinator lapangan (korlap) memeta potensi wilayah hingga tingkat RT, RW, dan relawan.
“Setiap OPD harus punya kontribusi nyata terhadap target capaian Perlinsos Kota Bandung,” pintanya.
Guna mengejar tenggat waktu yang mepet, pasukan agen lapangan dikerahkan sebagai ujung tombak pendataan dengan rasio pendataan sekitar satu agen untuk melayani 170 KK.
“Jangan ada sekat antara OPD, kecamatan, kelurahan maupun agen. LO menggerakkan OPD, korlap menggerakkan wilayah, agen menjangkau masyarakat, dan seluruhnya bergerak dalam satu koordinasi,” katanya.
Iskandar meminta seluruh jajaran tidak menjadikan target 435 ribu KK ini sebagai beban birokrasi, melainkan pembuktian komitmen Pemkot Bandung dalam memodernisasi layanan publik.
“Mari kita manfaatkan waktu sampai Desember ini dengan sebaik-baiknya. Perkuat koordinasi, perbanyak mobilisasi agen, pantau capaian, dan segera selesaikan setiap kendala yang muncul di lapangan,” ujarnya. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.