METRUM
Jelajah Komunitas

DIRGAHAYU METRUM RADIO KE-8 (11 Oktober 2018 – 11 Oktober 2026)

Delapan Tahun Mengudara, Terus Jelajah Komunitas!

Oleh Kin Sanubary*

DELAPAN tahun bukan sekadar perjalanan waktu, melainkan kisah tentang gagasan, kreativitas, dan kebersamaan. Berawal dari hobi mengobrol dan bernyanyi melalui perangkat digital, Metrum Radio tumbuh menjadi ruang komunikasi yang mempertemukan beragam suara, berbagi inspirasi, dan menjelajahi dinamika komunitas.

Pada Minggu, 11 Oktober 2026, Metrum Radio genap berusia delapan tahun. Momentum ini menjadi pengingat untuk terus berkarya, memperluas koneksi, dan menghadirkan siaran yang bermakna bagi masyarakat.

Selamat ulang tahun ke-8, Metrum Radio. Semoga semakin berkembang, konsisten menghadirkan energi positif, dan terus menjadi ruang bagi komunitas untuk berekspresi, berkolaborasi, serta menginspirasi.

Berawal dari Hobi, Tumbuh Menjadi Ruang Komunitas

Metrum Radio hadir pada 11 Oktober 2018 dari kecintaan Nada Ahmad, atau yang akrab disapa Abah Nada, terhadap dunia media dan penyiaran. Bersama sang istri, Dewi Gilang Kurnia yang dikenal sebagai Emak Uwie, ia merintis radio digital ini sebagai wadah untuk menyalurkan hobi, jejaring komunitas, dan meliterasi anak muda melalui teknologi streaming dari rumah.

Gagasan tersebut juga berkaitan dengan bekal sebagai jurnalis dan praktisi media lebih dari 24 tahun serta bidang keilmuan yang diajarkan Abah Nada di beberapa kampus, khususnya di Universitas Langlangbuana (Unla) Bandung, tempat ia mengabdi saat ini.

Dari aktivitas sederhana, Metrum Radio berkembang menjadi ruang komunikasi digital yang berupaya menghubungkan informasi, gagasan, dan kreativitas dengan masyarakat. Perjalanan ini membuktikan bahwa sebuah hobi dapat menjadi titik awal lahirnya ruang kolaborasi yang lebih luas.

Metrum Media: Menjelajahi Kreativitas dan Kepedulian

Metrum merupakan media digital multiplatform berbasis komunitas yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat. Kehadirannya berangkat dari semangat mengomunikasikan isu-isu strategis publik bersama komunitas lintas bidang, khususnya di Bandung dan sekitarnya.

BACA JUGA:  Bincang Ideologi dan Politik Internasional “Arah Pandang” #198: Penulisan Ulang Sejarah TNI

Bukan sekadar menyampaikan informasi, Metrum ingin mendorong masyarakat agar lebih memahami persoalan di sekitarnya, menumbuhkan kepedulian, dan mengambil bagian dalam tindakan nyata. Sebab, kepedulian tidak cukup berhenti sebagai wacana, tetapi perlu diwujudkan melalui kebiasaan baik dan aksi berkelanjutan.

Semangat tersebut terangkum dalam tagline “Jelajah Komunitas”, sebuah ajakan untuk mengenal beragam aktivitas, gagasan, inisiatif, dan kreativitas komunitas, khususnya di Jawa Barat. Setiap komunitas memiliki cerita yang layak dibagikan dan potensi untuk menginspirasi perubahan positif.

Filosofi Nama Metrum: Irama yang Membentuk Makna

Nama Metrum terinspirasi dari istilah dalam dunia sastra. Dalam puisi, metrum berkaitan dengan pola irama yang memengaruhi cara larik dibacakan dan makna dihayati.

Filosofi ini menjadi salah satu pijakan Metrum Media. Sebagaimana irama membentuk penghayatan sebuah puisi, media juga berperan membantu masyarakat memahami peristiwa dan persoalan di sekitarnya melalui informasi, perspektif, dan karya yang disajikan.

Selain itu, METRUM merupakan akronim dari Media Terintegrasi Kaum Muda. Identitas ini mencerminkan pendekatan media yang memadukan berbagai format, mulai dari teks dan grafis, siaran audio, hingga video yang menggabungkan unsur audio dan visual.

Bagi Metrum, teknologi bukan sekadar sarana menyampaikan pesan, melainkan jembatan untuk mempertemukan gagasan, memperkuat komunikasi, dan membuka peluang kolaborasi antarkomunitas.

Penulis bersama Abah Nada dan Emak Uwie (Foto: Dok. Penulis).*

Merangkai Fakta, Opini, dan Imajinasi

Metrum berupaya menghadirkan konten yang informatif, bermakna, dan konstruktif melalui tiga pendekatan: fakta, opini, dan imajinasi.

Fakta membantu masyarakat memahami peristiwa, opini membuka ruang pertukaran gagasan, sedangkan imajinasi memberi kesempatan untuk menjelajahi pengalaman dan kemungkinan melalui kreativitas.

Ketiganya menghadirkan perspektif yang saling melengkapi. Melalui perpaduan informasi, pemikiran, dan karya kreatif, Metrum ingin membangun ruang komunikasi yang tidak hanya memberi informasi, tetapi juga menggugah pemikiran dan mendorong partisipasi masyarakat.

BACA JUGA:  Sketsa Serba-Serbi Salat Subuh (23): Pilih Doa Apa?

Menjalin Koneksi, Memperluas Jangkauan

Dalam perjalanan siarannya, Metrum Radio menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga penyiaran internasional melalui siaran ulang atau relay program musik dan berita, di antaranya Voice of America (VOA) dari Washington, D.C., Amerika Serikat, serta Radio Taiwan International (RTI) dari Taipei, Taiwan.

Metrum Radio juga pernah memberikan dukungan dan menjadi media partner dalam kegiatan komunitas pendengar radio, antara lain Temu Keluarga Pendengar Radio (TKPR) se-Indonesia di Bandung dan Temu Pendengar RTI Siaran Indonesia di Jakarta.

Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa radio bukan hanya tentang suara yang mengudara, tetapi juga tentang perjumpaan, persahabatan, dan pertukaran pengalaman. Di tengah kemudahan komunikasi digital, pertemuan langsung tetap menjadi ruang penting untuk mempererat hubungan dan memperkuat komunitas.

Semangat inilah yang sejalan dengan Jelajah Komunitas: menghubungkan orang, gagasan, dan pengalaman melalui media maupun perjumpaan nyata.

Delapan Tahun Melangkah, Terus Menjaga Irama

Delapan tahun perjalanan Metrum Radio menjadi bukti bahwa gagasan sederhana dapat berkembang menjadi ruang komunikasi dan kolaborasi yang lebih luas. Berawal dari hobi mengobrol dan bernyanyi, Metrum terus berupaya beradaptasi dengan perkembangan teknologi, perubahan kebiasaan masyarakat, serta dinamika komunitas.

Dalam menjalankan aktivitasnya, Metrum Media berada di bawah naungan Yayasan Metrum Multimedia Nada Paramarta, berdasarkan Akta Notaris Delfia Renita, S.H., M.Kn., Nomor 3 tanggal 3 Juli 2019, serta pengesahan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0009401.AH.01.04 Tahun 2019.

Keberadaan yayasan tersebut menjadi bagian dari perjalanan kelembagaan Metrum dalam mengembangkan aktivitas medianya.

Nikmati Siaran dan Konten Metrum

Masyarakat dan Metronom dapat mengikuti program Metrum Radio, menikmati musik, serta mengakses beragam informasi dan artikel melalui sejumlah kanal digital berikut.

BACA JUGA:  Pengelolaan Limbah Padat di Kitakyushu (Bagian-7)

Untuk memperoleh informasi terbaru mengenai program musik, talkshow, kelas komunikasi, kelas online, dan kegiatan edukasi lainnya, ikuti kanal media sosial resmi Metrum Radio.

Selamat Ulang Tahun ke-8, Metrum Radio!

Delapan tahun mengudara adalah perjalanan merawat suara, merangkai cerita, menyebarkan gagasan, dan mempererat kebersamaan.

Semoga Metrum Radio semakin konsisten menjaga irama, memperluas jangkauan, dan membuka ruang bagi lebih banyak kreativitas komunitas.

Terus bergerak, terus berkarya, dan terus menjadi penghubung antara informasi, kepedulian, serta tindakan nyata.

Delapan tahun mengudara, terus menyambungkan cerita dan menghidupkan kreativitas komunitas.

Dirgahayu Metrum Radio ke-8! Terus Jelajah Komunitas!***

*Penulis, seorang Kolektor Media Lawas dan pendengar setia Metrum

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.