Perkuat LCRW dan Respons Cepat Kewilayahan, Pemkot Bandung Integrasikan Siskamling dengan Sistem Pelaporan Masalah
KOTA BANDUNG (METRUM) – Program Siskamling Siaga Bencana di Kota Bandung tak lagi sekadar menjadi garda terdepan penjaga keamanan ronda malam. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mentransformasi program yang bergulir sejak September 2025 ini sebagai sarana deteksi dini untuk menyerap, mengidentifikasi, dan menyelesaikan berbagai persoalan riil warga di tingkat akar rumput.
Melalui skema ini, para lurah diwajibkan mencatat setiap dinamika serta aduan di tingkat Rukun Warga (RW) untuk kemudian dibahas bersama camat dan jajaran dinas terkait.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pentingnya alur pelaporan berjenjang tersebut saat memberikan arahan pada Pelatihan Prakarsa Batch 2 di Hotel Novotel Bandung, Rabu (28/10/2026).
“Yang bisa kita selesaikan, selesaikan. Yang tidak terselesaikan, kita bawa ke yang lebih atas,” kata Farhan.
Pondasi Utama Layanan Catatan Informasi RW (LCRW)
Farhan mencontohkan, untuk persoalan teknis seperti saluran air penyumbat penyebab banjir, penanganan yang melampaui kewenangan kota akan langsung dikoordinasikan ke tingkat pemerintah provinsi hingga kementerian terkait. Hal terpenting adalah setiap masalah terpeta dan terverifikasi secara presisi di lapangan.
Mekanisme pelaporan bottom-up dari pos siskamling ini juga menjadi fondasi penting lahirnya Layanan Catatan Informasi Rukun Warga (LCRW).
“Dari situlah kemudian dibentuklah LCRW. Dari situ saya bisa tahu masalahnya. Itu penting,” ujar Farhan.
Melalui integrasi LCRW dan komunikasi aktif aparatur kewilayahan bersama pengurus RT/RW, Pemkot Bandung mendorong hadirnya tata kelola pemerintahan yang makin responsif, berbasis data lapangan, serta tepat sasaran dalam mengeksekusi solusi bagi masyarakat Kota Bandung. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.