Tak Dapat Pembaruan Visa AS, Jurnalis VOA Kembali ke Indonesia
MINGGU ini, Valdya Baraputri seharusnya bertugas meliput Konvensi Nasional Republik. Namun, dia dan seorang rekan kerjanya terpaksa harus kembali ke Indonesia pada Senin (24/5/2020), setelah Badan untuk Media Global (US Agency for Global Media/USAGM) tidak memperbarui visa J-1 yang memungkinkan mereka bekerja di Voice of America.
Dilansir dari VOA, Valdya adalah satu dari sedikitnya 15 jurnalis VOA yang harus kembali ke negara asal dalam beberapa pekan mendatang.
Kebijakan pembaruan visa J-1 untuk para wartawan asing muncul setelah kepemimpinan USAGM yang baru mengkaji izin masuk khusus untuk para individu dengan keterampilan unik. Ada sekitar 20 jurnalis, termasuk beberapa yang berasal dari negara yang represif, yang visanya akan berakhir masa berlakunya pada akhir tahun.
VOA menyiarkan siaran dalam 47 bahasa, bergantung pada pengetahuan kawasan khusus, kontak, dan kemampuan bahasa para jurnalis dari semua penjuru dunia.

CEO USAGM Michael Pack membela keputusan lembaganya terkait visa J-1 para wartawan VOA dan usaha-usaha untuk memperbaiki keamanan. Ia mengatakan, ia mengambil tindakan itu setelah auditor pemerintah berulang kali memperingatkan adanya masalah dalam proses perekrutan pegawai. CEO baru itu memfokuskan perhatiannya pada pemeriksaan latar belakang pegawai.
Seorang juru bicara USAGM dalam sebuah pernyataannya Juli lalu mengatakan, evaluasi pemeriksaan latar belakang pegawai ditujukan untuk memperbaiki manajemen, melindungi keamanan nasional AS dan memastikan pihak-pihak yang bertanggung jawab pada perekrutan pegawai tidak dimanfaatkan untuk tujuan yang tidak bertanggung jawab. Ia mengatakan, para pemegang visa J-1 di VOA tidak secara terang-terangan mengungkapkan status mereka saat melamar di VOA.
Grant Turner, mantan CEO dan CFO USAGM, salah satu dari sedikitnya tujuh staf USAGM yang dikenai tindakan administratif sejak 12 Agustus terkait penyelidikan mengenai isu-isu keamanan, mengatakan, evaluasi keamanan dan penghentian perpanjang visa J-1 merupakan bagian dari pola manajemen yang keliru USAGM dalam beberapa bulan terakhir.
Turner mengatakan, kehilangan sejumlah wartawan di divisi-divisi bahasa VOA bisa berarti kehilangan penonton atau pendengar di negara-negara seperti Iran, China, dan Venezuela di mana akses ke berita-berita independen sangat terbatas. Ia menambahkan, tidak memperpanjang visa merupakan pengingkaran terhadap janji yang diberikan USAGM terhadap wartawan-wartawan asing yang bekerja untuk VOA.
USAGM menyatakan Turner dan sejumlah staf lainnya dikenai tindakan administratif untuk memulihkan aturan hukum di tempat kerja. Turner mengatakan, ia menolak alasan USAGM merumahkan mereka. (M1-VOA/jm/pp,uh/ab)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.