METRUM
Jelajah Komunitas

Aksi GDBI Bantu Pedagang Kecil Akibat Wabah Covid-19

AKSI “Bantu Pedagang Kecil” adalah kegiatan Generasi Baru Dapur Indonesia (GBDI) yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada pedagang kecil yang terdampak dari melambatnya kegiatan usaha ekonomi akibat mewabahnya Covid-19.

GBDI adalah perkumpulan non-profit yang memiliki misi meningkatkan konsumsi pangan yang sehat dan berkelanjutan (pangan bijak) di Indonesia.

Dalam kegiatan-kegiatannya GBDI kerap bekerja sama dengan para juru masak dan pelaku kuliner sebagai penyebar pesan-pesan kampanye. GBDI mendorong sektor penyedia jasa makanan untuk menyediakan lebih banyak makanan sehat, berbahan pangan lokal, dan ramah lingkungan.

Penyerahan bantuan aksi “Bantu Pedagang Kecil” Kloter pertama, 30 Maret 2020. Ki-ka: Triyo Guntoro, Koordinator GBDI, perwakilan PKL penerima bantuan, dan Kang Iwan Suhermawan, Ketua APPKL (Dok.GBDI).*

Penggalangan dana untuk aksi “Bantu Pedagang Kecil” ini juga didukung oleh Podcast Progresif yang meluncurkan kampanye #Bantuharikehari di media sosial.

Prodcast Progresif adalah wadah berpendapat bagi anak muda yang peduli mengenai isu-isu terkini dan sosial dari berbagai macam perspektif. Podcast ini dikelola oleh mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Jerman.

Menariknya, kepedulian mereka terhadap pedagang kecil di masa pandemi korona ini, berlatarbelakang romantisme nostalgia jajanan khas Indonesia. Mereka sering teringat dengan jajanan khas, terutama di Bandung, yang memang pusatnya kuliner.

Mereka spontan terpikir akan nasib para pedagang kecil tersebut, dan kemudian bersama-sama dengan GBDI menggalang dana untuk membantu kelompok pelaku ekonomi rentan ini.

Penerima bantuan adalah pedagang kecil di Kota dan Kabupaten Bandung, yaitu PKL dan pengelola kantin kecil. GBDI bekerja sama dengan Asosiasi Pekerja Pedagang Kaki Lima (APPKL) untuk mendata penerima bantuan. Penerima bantuan diutamakan adalah PKL yang sudah terdaftar dan memiliki kartu anggota APPKL. Ada sekitar 600 PKL yang telah terdaftar.

Paket bantuan diberikan dalam bentuk sembako yang dasar perhitungannya adalah kebutuhan pangan satu keluarga untuk 14 hari. Setiap paket terdiri atas:

  • Beras 10kg
  • Telur 1 kg
  • Gula Pasir 1kg
  • Minyak kemasan 1kg
  • Daging ayam 1kg
  • Tahu 10 buah
  • Tempe 1 buah
  • Sayur kemasan: 3 bungkus ( 3 jenis sayur berbeda)
  • Susu cair UHT (ukuran 1000ml) 1 pcs

Publikasi penggalangan dana dilakukan secara online melalui media sosial GBDI dengan tagar #Bantupedagangkecil dan Podcast Progresif dengan tagar #Bantuharikehari dan melalui jejaring Whats App. Dana ditransfer ke rekening GBDI No. Rekening: BCA 342 360 1112 a.n. Generasi Baru Dapur Indo

Teknis distribusi bantuan

Untuk meminimalisir kegiatan di luar rumah dan mobilisasi orang, distribusi diatur secara bergilir di lokasi distribusi yang telah ditentukan (Drop Point).

Gagan (29 tahun) pedagang kue basah di Jl. Gardujati. Pendapat harian biasanya Rp 200,000 hingga Rp 300,000 saat-saat masa ramai. Saat ini telah berhenti berjualan karena tidak ada pengunjung (Dok.GBDI).*

PKL dibagi dalam beberapa kelompok sesuai area, dan ditunjuk satu orang sebagai perwakilan. Masing-masing perwakilan akan mengambil paket bantuan di Drop Point, sesuai jadwal yang telah diatur. GBDI menyediakan masker dan hand sanitizer untuk digunakan oleh seluruh orang yang terlibat, baik tim GBDI, pewakilan APPKL, maupun penerima bantuan.

Seluruh kegiatan serah terima, baik dari GBDI kepada perwakilan PKL maupun dari perwakilan PKL ke pedagang penerima bantuan, wajib didokumentasikan dan semua wajib menandatangani dokumen serah-terima bantuan.

Kloter pertama pemberian bantuan telah dilaksanakan pada Senin, 30 Maret 2020. Kloter kedua rencananya akan dilaksanakan pada Selasa, 7 April 2020.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Christine Effendy, Ketua Generasi Baru Dapur Indonesia (HP 0815 110 399 89). (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: