METRUM
Jelajah Komunitas

Bandung Great Sale 2026 Raup Omzet Rp1,52 Miliar, Pengunjung Tembus 17 Ribu

KOTA BANDUNG (METRUM) – Bandung Great Sale (BGS) 2026 membukukan omzet lebih dari Rp1,52 miliar hanya dalam tiga hari penyelenggaraan. Gelaran yang berlangsung di Laswi Heritage pada 21–23 Agustus 2026 itu menjadi salah satu penggerak transaksi dalam rangkaian Bulan Belanja Bandung.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Ronny Ahmad Nurudin mengatakan, total omzet yang tercatat selama tiga hari mencapai Rp1.526.914.542.

Sementara jumlah pengunjung yang terdeteksi melalui sistem mencapai 17.651 orang. Namun, angka tersebut diyakini belum menggambarkan jumlah pengunjung sebenarnya karena sebagian pengunjung tidak tercatat dalam sistem barcode.

“Kalau ditotal pengunjung itu selama tiga hari, ini yang terdeteksi saja dari perangkat kita ada 17.651 orang. Dan omzetnya di angka Rp1.526.914.542,” ujar Ronny, Rabu (26/8/2026).

Omzet Melonjak Setiap Hari

Data penyelenggara menunjukkan tren transaksi yang terus meningkat sepanjang pelaksanaan BGS 2026.

Pada hari pertama, omzet tercatat sekitar Rp276 juta dengan 1.674 pengunjung terdeteksi. Angka tersebut melonjak pada hari kedua menjadi sekitar Rp538 juta dengan 6.500 pengunjung.

Puncaknya terjadi pada hari ketiga. Omzet menembus sekitar Rp711 juta, sementara jumlah pengunjung yang terdeteksi mencapai 9.477 orang.

Ronny memperkirakan jumlah pengunjung sebenarnya jauh lebih besar. Sistem barcode, kata dia, belum mampu mencatat seluruh orang yang datang karena dalam satu keluarga terkadang hanya satu orang yang melakukan registrasi.

“Kenapa pengunjung tadi saya katakan ada yang bocor? Karena dari barcode sendiri, misalnya satu keluarga yang mengisinya hanya satu orang. Jadi ini pasti pengunjungnya lebih dari 17 atau 18 ribu orang,” katanya.

Clothing Jadi Magnet Transaksi

Tingginya omzet disebut menunjukkan kuatnya respons masyarakat terhadap produk yang ditawarkan para pelaku usaha. Produk fesyen, khususnya clothing, menjadi salah satu kategori yang paling banyak diminati.

BACA JUGA:  Inagri: Pasokan Beras Cukup Hingga Akhir Tahun

“Untuk best seller ini tampaknya hampir semuanya best seller. Clothing-nya ini best seller,” ujar Ronny.

Para pelaku usaha yang ikut serta sebelumnya telah melewati proses kurasi. Produk yang ditawarkan juga diperkuat berbagai promo dan potongan harga untuk menarik konsumen.

Tak hanya fesyen, sektor kuliner turut menjadi magnet pengunjung. Ronny menyebut produk makanan dan minuman yang ditawarkan mendapat respons positif selama gelaran berlangsung.

Bahkan, sejumlah peserta dilaporkan harus menambah persediaan karena stok yang dibawa ke lokasi cepat habis.

Libatkan Komunitas hingga Dukung Akses Transportasi

BGS 2026 tidak hanya menjadi ajang transaksi, tetapi juga mempertemukan berbagai komunitas dan pelaku industri kreatif. Kolaborasi melibatkan komunitas fesyen, kuliner, otomotif, BMX, fotografi, hingga berbagai komunitas kreatif lainnya.

Kemudahan akses menuju lokasi juga menjadi perhatian. Sebanyak 12 unit Bus Bandros melayani rute yang singgah di Laswi Heritage.

Dukungan transportasi juga datang dari PT KAI dan Whoosh melalui potongan harga perjalanan. Sementara Gojek turut berpartisipasi lewat program voucher promosi dengan kode khusus.

Ronny mengatakan respons para peserta juga tergolong positif. Sejumlah pelaku usaha mengaku hasil penjualan selama BGS 2026 melampaui ekspektasi dan target yang sebelumnya ditetapkan.

“Kalau dari partisipan, dari clothing, kuliner ini banyak memberikan respons yang positif. Kata-kata mereka mah amazing. Di luar perkiraan, target penjualan melebihi,” katanya.

Pengunjung Datang dari 171 Daerah

Daya tarik BGS 2026 ternyata tidak hanya dirasakan warga Bandung. Berdasarkan data tracking panitia, pengunjung tercatat berasal dari 171 kota/kabupaten, baik dari berbagai wilayah Jawa Barat maupun sejumlah daerah di luar Pulau Jawa.

Capaian tersebut menjadi modal evaluasi bagi Pemkot Bandung untuk menyiapkan penyelenggaraan BGS berikutnya.

BACA JUGA:  Upaya Cegah Potensi Bencana, Pemkot Bandung Dukung Penuh Penghijauan Wilayah KBU

Salah satu masukan paling kuat datang dari pelaku usaha yang menilai durasi tiga hari masih terlalu singkat.

“Dari partisipan malah ini menyampaikan, ‘Pak, tiga hari mah kurang.’ Ini kita pertimbangkan, kita kaji untuk tahun depan,” kata Ronny.

Durasi dan Waktu Jadi Bahan Evaluasi

Selain memperpanjang durasi, waktu penyelenggaraan juga akan dievaluasi. BGS 2026 digelar pada 21–23 Agustus, yang bertepatan dengan periode akhir bulan ketika sebagian daya beli masyarakat mulai menurun.

Ronny berharap evaluasi tersebut dapat menghasilkan penyelenggaraan yang lebih tepat dari sisi waktu, durasi, kenyamanan, sekaligus dampak ekonominya.

“Mudah-mudahan tahun depan kita lebih pas tanggalnya, waktu pelaksanaannya dan jangan pada saat musim hujan juga,” tutur Ronny.

Dengan omzet Rp1,52 miliar dalam tiga hari dan jangkauan pengunjung dari 171 daerah, Bandung Great Sale 2026 menunjukkan bahwa event belanja berbasis produk lokal dan industri kreatif masih memiliki daya ungkit besar terhadap aktivitas ekonomi Kota Bandung. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.