METRUM
Jelajah Komunitas

BETA UFO: Penampakan UFO Terjadi di Tengah Konflik dan Kerusakan Lingkungan

Sejumlah masyarakat di Surabaya membentuk sebuah kelompok BETA UFO, kelompok diskusi dan pengamatan obyek terbang tak dikenal (UFO). Kelompok ini aktif mendokumentasikan berbagai temuan terkait penampakan UFO. Kemunculan UFO seringkali berkaitan dengan konflik bersenjata dan kerusakan lingkungan.

SURABAYA – Pengalamannya melihat fenomena semacam benda terbang tak dikenal yang bercahaya pada usia 7 tahun atau sekitar tahun 1995, menjadikan Reza Wardhana tertarik untuk mempelajari dan mencari tahu ada tidaknya UFO maupun alien. Dari berbagai diskusi dan buku yang dibacanya, Reza yakin tentang kebenaran keberadaan UFO di alam semesta, yang menganggap bumi sebagai bagian penting dari mereka.

“Selain melihat kejadian yang menurut saya itu misterius, ya menurut saya hal menarik dari mempelajari UFO dan alien ini, adalah kita semacam tahu bahwa ternyata ada makhluk berperadaban tinggi yang kemungkinan itu bukan manusia, tapi berwujud humanoid. Jadi kita ada semacam rekan yang punya intelegensi juga,” kata Reza Wardhana, dilansir dari VOA.

Dokumentasi dan kliping media mengenai UFO dari berbagai daerah di Indonesia dan dunia. (Foto: VOA/Petrus Riski)
Dokumentasi dan kliping media mengenai UFO dari berbagai daerah di Indonesia dan dunia (Foto: VOA/Petrus Riski).*

Pengalaman yang sama juga dialami Hany Handayani pada 2015 lalu. Perempuan asal Lampung ini mengaku melihat secara langsung benda berbentuk seperti kue dorayaki berukuran besar, yang melayang di sebuah lahan dekat rumahnya. Dua benda terbang dengan warna dan cahaya yang berbeda itu menjadikan Hany semakin ingin tahu mengenai keberadaan UFO.

“Yang untuk teknologi seperti itu yang saya lihat sih, sepertinya bukan teknologi umum yang kita gunakan, berarti bukan kita. Tetapi mereka siapa, mungkin dari luar angkasa kalau saya mikirnya kalau dari teknologi yang saya lihat,” kata Hany Handayani.

“Waktu itu drone belum popular, jadi saya tidak tahu kalau ada drone apa tidak, jadi saya pikir ya UFO, karena bentuknya besar juga sih, jadi seperti kendaraan, pokoknya besarlah dia, seperti kapal,” tambahnya.

Nur Agustinus bersama keluarga. Pendiri dan Ketua BETA UFO Indonesia. (Foto: VOA/Petrus Riski)
Nur Agustinus bersama keluarga. Pendiri dan Ketua BETA UFO Indonesia (Foto: VOA/Petrus Riski).*

Fenomena keberadaan benda terbang tak dikenal atau UFO dibenarkan oleh Nur Agustinus, pendiri dan Ketua BETA UFO (Benda Terbang Aneh-Unidentified Flying Object) Indonesia. Catatan dari berbagai negara di dunia, maupun dari dalam negeri yang berhasil didokumentasikan, menjelaskan fenomena UFO nyata adanya.

Menurut Nur Agustinus, wilayah negara Indonesia merupakan kawasan yang sering dilewati oleh UFO. Ini didasarkan dari laporan warga, catatan media, maupun keterangan pihak militer Indonesia sekitar tahun 1959 dan 1964.

Peta penampakan UFO di Indonesia. (Foto: VOA/Petrus Riski)
Peta penampakan UFO di Indonesia. (Foto: VOA/Petrus Riski).*

“Bahwa di Indonesia ini sangat sering sekali dilewati oleh UFO, baik itu mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, sampai di Papua. Dan ini bukan hanya baru-baru saja, tapi sudah mulai tahun 50-an (1950-an) itu tercatat di media-media yang waktu itu masih berbahasa Belanda, dan kebetulan mereka punya dokumentasinya dan bisa diakses lewat internet,” kata Nur Agustinus.

“Jadi kita bisa mengetahui bahwa memang ada penampakan-penampakan di tahun 40-an, tahun 50-an, sampai tahun 2000-an sekarang ini,” tambahnya.

Kelompok BETA UFO Indonesia yang beranggotakan sekitar 100 orang di dalam negeri, serta ribuan pemerhati UFO yang bergabung melalui daring dari berbagai negara, meyakini keberadaan makhluk dan kehidupan lain selain di bumi. Nur Agustinus mengatakan, penampakan UFO seringkali tidak lepas dari negara atau wilayah yang memiliki sumber energi nuklir.

“Ada peristiwa dimana UFO melakukan serangan, itu ada. Tetapi juga kebanyakan UFO itu muncul di daerah-daerah yang terdapat pusat tenaga nuklir. Jadi ada yang mengatakan bahwa UFO ini mengawasi manusia supaya tidak menyalahgunakan nuklir,” kata Nur Agustinus.

“Karena mungkin mereka khawatir juga kalau kita sampai ada penggunaan, penyalahgunaan nuklir itu mungkin mengganggu ekosistem dari alam semesta ini,” lanjutnya.

Anggota BETA UFO Indonesia sedang berdiskusi membahas berbagai fenomena penampakan UFO di sejumlah tempat di Indonesia dan dunia. (Foto: VOA/Petrus Riski)
Anggota BETA UFO Indonesia sedang berdiskusi membahas berbagai fenomena penampakan UFO di sejumlah tempat di Indonesia dan dunia (Foto: VOA/Petrus Riski).*

Bagi Nur Agustinus dan pemerhati UFO yang lain, kemunculan obyek terbang asing dapat dimaknai sebagai peringatan terhadap adanya kerusakan alam, serta ancaman kehancuran akibat perang yang harus menjadi perhatian bersama.

Senada dengan itu, Reza Wardhana sependapat mengenai pentingnya keberadaan bumi bagi makhluk atau obyek tak dikenal lain seperti UFO, yang menampakkan diri saat bumi mengalami ancaman kerusakan lingkungan maupun perang.

Dari hasil studi dan literasi yang dibacanya, fenomena penampakan UFO telah terjadi lebih dari seribu tahun lalu, juga saat terjadinya perang dunia kedua. Maka keberlangsungan lingkungan hidup, kata Reza, diharapkan dapat menjadi perhatian serius negara-negara di dunia, yang menjadi bagian dari ekosistem alam semesta yang tak terbatas.

“Jadi menurut saya sih, dengan carut marut suatu tempat itu saya rasa ada (muncul UFO), terutama di bidang lingkungan, kerusakan lingkungan. Menurut saya sih sepertinya mereka juga menganggap bumi ini penting, entah mengapa, apakah mereka juga dari bumi itu sendiri, ataukah bumi itu bawa pengaruh besar pada mereka, menurut mereka itu bumi ini penting, dan sepertinya kita itu seperti diawasi,” kata Reza Wardhana. (M1-VOA/pr/em)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: