METRUM
Jelajah Komunitas

Bisakah WiFi Menembus Dinding?

WIFI seperti semua gelombang radio lainnya, bisa terganggu oleh rintangan. Cara terbaik untuk mendapatkan koneksi WiFi yang kuat adalah dengan berdiri tepat di sebelah router dan modem, tetapi kondisi tersebut bisa saja sulit dilakukan. Sebab ada dinding, pintu, dan mungkin pagar yang mungkin dapat membatasi sinyal WiFi.

Namun benarkah dinding pembatas mempengaruhi sinya WiFi, atau apakah WiFi menembus dinding?

Penjelasan ahli Dosen Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer UNS, Nurcahya Pradana Taufik Prakisya mengatakan, ketebalan tembok memang berpengaruh terhadap kekuatan sinyal WiFi yang diterima suatu perangkat. Semakin tebal tembok, maka semakin kecil juga kekuatan sinyal WiFi yang bisa menembusnya.

Jika sudah begitu, cara untuk menyiasatinya yakni dengan menggunakan WiFi Repeater. WiFi Repeater adalah sejenis perangkat yang berfungsi sebagai penguat sinyal WiFi dari Router. Alat ini menangkap sinyal WiFi, selanjutnya sinyal diperkuat terlebih dulu dan kemudian dipancarkan kembali.

Cara agar koneksi WiFi lebih kencang

Dikutip dari Kompas.com (29/6/2021), ada sejumlah cara yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kekuatan sinyal WiFi baik di rumah atau di tempat kerja.

1. Cek posisi router

Mengecek posisi router terkesan hal sepele, padahal efeknya bisa besar. Router bekerja mengirimkan sinyal ke semua arah. Karena itu, sebaiknya letakkan router di bagian tengah ruangan. Bila router diletakkan di samping jendela, maka ada sinyal yang dikirimkan ke luar. Ini akan membuat WiFi tersebut sia-sia dan tidak menjangkau seluruh bagian ruangan.

2. Jangan diletakkan di lantai

Letakkan router di tempat yang tinggi, misalnya meja atau lemari. Posisi yang lebih tinggi akan menguntungkan karena router dirancang untuk mengirimkan sinyal ke bawah. Selain itu, lantai mengandung bahan semen, beton dan logam yang sulit ditembus oleh sinyal WiFi.

3. Letakkan router di tempat terbaik

Sinyal Wi-Fi akan terpancar lebih kuat di dalam ruangan tempat Anda menyimpan router tersebut. Atas dasar itu, sebaiknya Anda meletakkan router tersebut dalam ruangan yang sering Anda tempati saat menggunakan internet.

4. Pilih tempat terbuka

Ada banyak bahan yang bisa menyerap sinyal router dan mengurangi kinerjanya. Untuk menjaga agar kinerja sinyal tetap optimal, sebaiknya Anda tidak meletakkan router di antara mebel berukuran besar dan dinding, atau di dalam lemari. Pilihlah posisi yang bebas himpitan serta membuat router tersebut dapat terlihat dari manapun.

5. Jauhkan dari elektronik lain

Jauhkan router Anda dari perangkat elektronik lain, seperti microwave, telepon nirkabel, serta TV. Perangkat apapun yang menghasilkan sinyal elektromagnetik bisa mengganggu dan melemahkan kinerja sinyal WiFi.

6. Atur antena agar berdiri

Atur agar antena router berada di posisi vertikal. Posisi ini akan membuat sinyal terpancar secara horizontal sehingga sinyal WiFi lebih mudah menjangkau seluruh bagian ruangan.

7. Periksa kekuatan sinyal

Ada sejumlah aplikasi, seperti Cloudcheck atau Amped yang dapat digunakan untuk keperluan ini. Saat mengecek sinyal, Anda bisa memetakan bagian mana yang menerima sinyal kuat dan mana yang menerima sinyal lemah.

8. Atur setting router

Anda juga bisa mempercepat koneksi WiFi dengan memasukkan pengaturan tertentu pada router. Akses menuju menu setting ini bisa dibuka melalui IP khusus biasanya 198.168.1.1. Kamu bisa mengeceknya pada bagian bawah router atau pada panduan yang disertakan dalam boksnya.

Setelah masuk ke dalam menu pengaturan, ubahlah channel frekuensi router tersebut. Biasanya ada 14 channel yang bisa dipilih. Channel terbaik biasanya adalah 1, 6, dan 11. Channel tersebut cenderung minim gangguan karena jarang bersinggungan dengan channel yang digunakan orang lain. Selain pengaturan channel, cek juga pemutakhiran firmware. Biasanya pembuat router akan mengeluarkan pemutakhiran firmware untuk memperbaiki kinerja perangkatnya.

9. Lakukan speed test

Lakukan speed test untuk mengetahui letak masalah koneksi Anda. Pertama cobalah melakukannya dengan koneksi WiFi, kemudian lakukan hal serupa menggunakan koneksi kabel. Jika keduanya sama-sama buruk, berarti masalah ada pada penyedia layanan internet Anda.

10. Beli router baru

Ini adalah jalan terakhir. Bila semua sudah dicoba dan Anda sudah memastikan masalah tidak berasal dari penyedia layanan internet, belilah router baru. (Erik Maydia/JT)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.