METRUM
Jelajah Komunitas

Cacar Ular Mengintai dalam Diam, Virus Cacar Air Bisa Bangkit Puluhan Tahun Kemudian

BANYAK orang mengenal istilah “cacar ular” atau “cacar api” sebagai penyakit yang menimbulkan rasa panas dan nyeri luar biasa di kulit. Namun tak banyak yang menyadari bahwa penyakit ini sebenarnya merupakan infeksi ulang dari virus yang pernah masuk ke tubuh sejak seseorang mengalami cacar air.

Dalam dunia medis, kondisi tersebut dikenal sebagai Herpes Zoster, penyakit yang disebabkan oleh reaktivasi virus Varicella Zoster. Virus ini tidak hilang setelah penderita sembuh dari cacar air, melainkan bersembunyi di jaringan saraf dan dapat aktif kembali bertahun-tahun bahkan puluhan tahun kemudian.

Ketika sistem kekebalan tubuh melemah akibat usia, stres, kelelahan, atau penyakit tertentu, virus yang semula “tertidur” dapat bangkit dan menyerang jalur saraf. Akibatnya muncul ruam berisi cairan yang disertai nyeri hebat dan sensasi terbakar.

Masyarakat mengenalnya sebagai “cacar api” karena rasa panas yang ditimbulkan seolah membakar kulit. Sementara sebutan “cacar ular” muncul karena pola ruam yang memanjang mengikuti jalur saraf, menyerupai garis atau lingkaran yang biasanya hanya muncul pada satu sisi tubuh.

Berbeda dengan penyakit infeksi lainnya, Herpes Zoster tidak memiliki masa inkubasi dalam arti umum. Virus dapat berdiam diri di dalam tubuh selama belasan hingga puluhan tahun sebelum kembali aktif. Saat gejala awal berupa nyeri, kesemutan, atau rasa terbakar mulai muncul, biasanya dibutuhkan waktu sekitar dua hingga lima hari hingga bintil-bintil berisi cairan terlihat di permukaan kulit.

Masih banyak kesalahpahaman terkait penularan penyakit ini. Herpes Zoster tidak menularkan penyakit yang sama secara langsung kepada orang lain. Namun virusnya dapat menular kepada individu yang belum pernah mengalami cacar air atau belum mendapatkan kekebalan terhadap virus tersebut.

BACA JUGA:  Hai Lelaki! Perhatikan Hal Ini Sebelum Dekati Wanita Sagitarius

Jika terjadi penularan, orang yang terinfeksi akan mengalami cacar air terlebih dahulu, bukan langsung terkena cacar ular. Penularan hanya terjadi melalui kontak langsung dengan cairan dari bintil yang pecah, sehingga risiko penyebarannya jauh lebih rendah dibandingkan cacar air yang dapat menular melalui udara.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain nyeri atau sensasi terbakar pada area kulit tertentu sebelum ruam muncul, munculnya bintil-bintil merah berisi cairan yang bergerombol, serta keluhan sistemik seperti demam, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas.

Dokter mengingatkan bahwa waktu menjadi faktor penting dalam penanganan Herpes Zoster. Terapi antivirus memberikan hasil paling optimal apabila diberikan dalam kurun waktu 72 jam sejak ruam pertama kali muncul.

Untuk mencegah penularan kepada anggota keluarga, penderita dianjurkan menutup area ruam dengan pakaian atau perban bersih, menghindari berbagi handuk maupun pakaian, serta menjaga daya tahan tubuh melalui pola makan sehat dan pengelolaan stres yang baik.

Masyarakat diimbau tidak mengabaikan gejala awal yang muncul. Penanganan sejak dini dapat mencegah komplikasi berupa nyeri saraf berkepanjangan yang dapat mengganggu kualitas hidup penderitanya dalam jangka panjang. (Dewi Nada)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.