METRUM
Jelajah Komunitas

Cuaca Ekstrem Makan Korban, Sopir Tewas Tertimpa Pohon di Bandung

KOTA BANDUNG (METRUM) – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan belasungkawa mendalam atas insiden pohon tumbang yang dipicu cuaca ekstrem di Kota Bandung pada Jumat, 3 Maret 2026.

Cuaca ekstrem kembali memakan korban di Kota Bandung. Seorang pengemudi mobil Suzuki Carry, Diding Nuryaman (45), meninggal dunia setelah kendaraannya tertimpa pohon tumbang di Jalan Bojong Raya, kawasan Caringin.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan kejadian ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak.

“Atas nama Pemerintah Kota Bandung, saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Peristiwa ini menjadi duka kita bersama. Kami sangat prihatin atas kejadian yang tidak kita harapkan ini,” ujar Farhan, Sabtu, 4 April 2026.

Farhan menilai, intensitas hujan tinggi yang disertai angin kencang harus menjadi alarm bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama ketika terjadi hujan deras disertai angin kencang. Hindari berteduh atau memarkir kendaraan di bawah pohon besar maupun reklame yang berpotensi roboh,” tegasnya.

Ia memastikan, jajaran Pemerintah Kota Bandung telah bergerak cepat menangani dampak kejadian di lapangan. Proses evakuasi korban, pembersihan material pohon tumbang, hingga pemulihan akses jalan dilakukan secara intensif oleh tim gabungan.

“Kami pastikan seluruh respons penyelamatan dan perbaikan berjalan dengan baik dan cepat. Tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satpol PP, BPBD, DPKP, serta instansi terkait lainnya telah diterjunkan untuk menangani dampak kejadian ini,” ungkapnya.

Selain penanganan darurat, pemerintah juga akan memperkuat langkah evaluasi dan mitigasi, termasuk pemantauan terhadap pohon-pohon rawan tumbang di sejumlah titik di Kota Bandung.

BACA JUGA:  Padat Karya Sasar 4.600 Warga Bandung, Peluang Kerja Sementara Kian Meluas

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa cuaca ekstrem yang semakin tidak menentu dapat membawa risiko besar. Kesiapsiagaan dan kewaspadaan bersama dinilai menjadi kunci untuk meminimalkan dampak bencana di kawasan perkotaan. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.