METRUM
Jelajah Komunitas

DKPP Kota Bandung Pastikan Daging Kurban Aman, Temuan Hanya Kasus Ringan

KOTA BANDUNG (METRUM) – Sebanyak 2.313 ekor hewan kurban telah menjalani pemeriksaan post mortem oleh tim Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung. Hewan yang diperiksa terdiri atas 1.065 ekor sapi serta 1.248 ekor domba dan kambing yang tersebar di 288 lokasi pemotongan hewan kurban di berbagai wilayah Kota Bandung.

Pemerintah Kota Bandung memastikan kualitas hewan kurban yang dipotong selama Iduladha 1447 Hijriah tetap aman untuk dikonsumsi. Hingga Kamis (28/5/2026) pukul 12.00 WIB, tim pemeriksa kesehatan hewan hanya menemukan sejumlah kasus ringan yang tidak membahayakan masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan, hasil pemeriksaan post mortem menunjukkan mayoritas hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak konsumsi. Temuan yang ada sebagian besar berupa kelainan organ yang langsung dipisahkan agar tidak masuk ke rantai distribusi daging kurban.

“Temuan yang ada bersifat minor dan menunjukkan bahwa proses pemeriksaan sebelum Iduladha berjalan efektif. Masyarakat bisa lebih tenang karena hewan yang sakit atau tidak layak sudah terdeteksi dan dipisahkan sejak awal,” ujar Gin Gin.

Dalam pemeriksaan pascapenyembelihan, petugas menemukan beberapa kasus cacing hati pada organ hati serta kerusakan paru-paru berupa bercak merah dan pengerasan jaringan. Organ-organ tersebut langsung diafkir atau dibuang karena dinilai tidak layak untuk dikonsumsi.

Menurut Gin Gin, temuan tersebut menjadi edukasi penting bagi masyarakat tentang pentingnya memilih hewan kurban yang sehat dan memenuhi syariat. Meski tidak tergolong penyakit berbahaya, kelainan kecil pada organ hewan tetap berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jika diabaikan.

“Banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa kesehatan dan kelayakan hewan kurban harus diperhatikan secara serius. Kelainan kecil sekalipun bisa menimbulkan mudarat jika tidak ditangani dengan benar,” katanya.

BACA JUGA:  Dua Ribuan Emak-Emak Majelis Taklim Kota Bandung dan Cimahi Dukung Prabowo

Pengawasan kesehatan hewan kurban tahun ini dilakukan secara masif melalui tim post mortem yang beranggotakan sekitar 200 orang. Mereka terdiri atas dokter hewan, paramedis veteriner, anggota Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Barat, akademisi Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, serta tenaga dari pusat studi unggulan CAATIS Telkom University.

Tim tersebut disebar ke lokasi pemotongan hewan di 30 kecamatan se-Kota Bandung dan bertugas memeriksa kondisi daging serta organ vital seperti jantung, hati, paru-paru, limpa, ginjal, hingga kelenjar limfa untuk memastikan seluruh produk kurban aman dikonsumsi masyarakat.

Sebelumnya, pemeriksaan ante mortem atau sebelum penyembelihan juga telah dilakukan terhadap 17.984 ekor hewan kurban yang tersebar di ratusan titik penjualan dan lokasi pemotongan. Hewan yang diperiksa terdiri atas 8.027 ekor domba, 4.623 ekor sapi, 298 ekor kambing, serta satu ekor kerbau.

Hasil pemeriksaan menunjukkan 81,88 persen hewan dinyatakan sehat dan layak kurban. Sementara 18,12 persen lainnya dinilai tidak memenuhi syarat, mayoritas karena belum cukup umur untuk dijadikan hewan kurban. Selain itu, petugas menemukan sejumlah kecil hewan dengan cacat fisik seperti pincang, buta, atau memiliki bagian tubuh yang tidak lengkap.

Adapun indikasi penyakit yang ditemukan hanya berupa gangguan ringan seperti sakit mata, diare, lesu, luka ringan, atau orf yang umumnya dipicu oleh faktor perjalanan, perubahan cuaca, adaptasi lingkungan, maupun pola pakan.

“Tidak ditemukan penyakit zoonosis ataupun penyakit hewan menular strategis seperti PMK. Temuan yang ada hanya gangguan ringan yang tidak termasuk dalam kategori penyakit hewan berbahaya,” tegas Gin Gin.

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban akan terus berlangsung hingga berakhirnya hari tasyrik guna memastikan seluruh proses penyembelihan dan distribusi daging kurban di Kota Bandung berjalan aman, sehat, dan sesuai standar kesehatan veteriner. (M1)***

BACA JUGA:  Perusahaan Media Ubah Strategi Hadapi Corona

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.