METRUM
Jelajah Komunitas

DU 68, Legenda Bagi Penggemar Musik dan Kolektor Rilisan Fisik!

PECINTA rilisan fisik pasti enggak asing dengan istilah Jajan Rock. Istilah ini mengacu pada kegiatan berburu rilisan fisik karya musisi seperti kaset, compact disc (CD) atau piringan hitam (vinyl).

Sebagai kota yang banyak melahirkan musisi-musisi kenamaan, Bandung juga punya wahana jajan rock, loh! Ya, salah satunya di DU 68.
 
Lokasinya di Jalan Dipatiukur No. 68 Bandung. Beberapa orang mungkin mengenal, DU merupakan singkatan populer untuk daerah Dipatiukur.
 
Lapak rilisan fisik ini sebetulnya tidak mudah juga untuk ditemukan. Kamu harus teliti saat melintasinya.
 
Patokan lokasi DU 68 adalah SPBU di Jalan Dipatiukur. Jika kamu sudah menemukannya, cobalah melihat ke arah seberang. Di sana, ada ruko dua lantai dan kamu akan melihat deretan kaset pita berada di ruko paling kiri.
 
DU 68 sudah bisa dibilang legenda penjual rilisan fisik di Kota Bandung. Selain lapak ini, ada juga lapakan kaset pita di Jalan Cihapit, misalnya. Atau di beberapa pasar tumpah di Kota Bandung.
 
Namun, jika kamu mencari koleksi rilisan fisik yang lebih lengkap, DU 68 untuk saat ini masih jadi opsi nomor satu.
 
Rilisan fisik musik lokal maupun mancanegara, tahun lawas atau menuju era 2010-an, masih bisa kamu temui. Sekadar informasi, label-label musik major (kala itu masih ada semacam pengotakan antara label major dan independen) masih mengeluarkan beberapa rilisan fisik kaset hingga awal dekade 2010. Sebut saja album ‘Berlayar’ dari Sheila On 7, yang rilis pada akhir 2011, masih bisa dijumpai dalam bentuk kaset pita.
 
Kembali ke perjalanan DU 68. Sejumlah informasi menyebut, toko ini sudah buka sejak tahun 2000. Awalnya, pemilik toko berinisiasi menjual kaset-kaset bekas. Namun, seiring berjalannya waktu dan padatnya aktivitas di toko, DU 68 berubah menjadi salah satu wadah kreatif pecinta musik.
 
Selain menjual rilisan fisik, DU 68 juga kabarnya membuat rilisan fisik untuk beberapa musisi lokal. Tentu saja, ada proses kurasi sebelum musisi tersebut diriliskan karyanya dalam bentuk fisik.
 
Oh ya, tak hanya soal rilisan fisiknya saja, DU 68 juga menyediakan sejumlah alat pemutar rilisan fisik seperti pemutar kaset berbentuk tape deck dan walkman, atau pemutar piringan hitam. Namun, beberapa piranti ini jumlahnya masih terbatas.
 
Pecinta rilisan fisik dan penggemar musik yang nongkrong di sini pun tidak main-main. Mereka punya pengetahuan musik mendalam, dan tak sungkan berbagi dengan pengunjung baru.
 
Berkat keakraban suasana di dalamnya, DU 68 tak pernah sepi pengunjung. Dari penggemar musik, sampai musisi-nya langsung pernah mampir ke sana.
 
Sebagai catatan, saat band D’Masiv merilis album ‘Hidup Lebih Indah’ sekitar tahun 2014, sang vokalis, Rian Ekky Pradipta tampak mengunggah foto dirinya sedang mengunjungi DU 68 ke media sosial.
 
Cerita soal DU 68 juga tak berhenti di situ. Sejumlah penggemar musik dan kolektor rilisan fisik disebut menjadikan lokasi ini sebagai tempat berburu di Kota Bandung.
 
Penasaran, bukan? Walau sekarang akses menikmati musik jadi lebih mudah dengan hadirnya layanan pemutar digital, namun, tak ada salahnya bernostalgia dengan rilisan fisik lawas. (M1-ziz)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.