METRUM
Jelajah Komunitas

Emas Tersungkur, Turun Tajam Lebih dari US$100 Sehari

HARGA emas dunia mengalami penurunan tajam dalam satu hari perdagangan. Nilainya anjlok lebih dari US$100 dan hampir menembus level psikologis US$5.000 per ons.

Dilansir dari RTI, penurunan drastis ini dinilai sebagai anomali. Pasalnya, emas yang biasanya menjadi aset aman (safe haven) justru gagal menarik minat investor di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Kondisi tersebut diperkirakan membuat harga emas mencatat pelemahan selama dua pekan berturut-turut. Jika terjadi, ini akan menjadi penurunan dua minggu beruntun pertama sejak November tahun lalu.

Alih-alih mendorong investor beralih ke emas, konflik di Timur Tengah justru memicu kenaikan harga energi, terutama minyak dan gas. Lonjakan harga energi ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi lonjakan inflasi global.

Sejumlah analis menilai meningkatnya risiko inflasi membuat pasar mengurangi ekspektasi terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral utama dunia.

Salah satu indikatornya terlihat dari data ekonomi Amerika Serikat. Laporan terbaru menunjukkan belanja konsumen AS cenderung stagnan, memperkuat pandangan bahwa bank sentral akan tetap mempertahankan kebijakan moneter ketat untuk menekan inflasi.

Dalam kondisi suku bunga tinggi, aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas biasanya kehilangan daya tarik bagi investor.

Dengan peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed dalam waktu dekat yang kini dinilai hampir nol, tekanan terhadap harga emas diperkirakan masih akan berlanjut dalam jangka pendek. (M1-RTI)***

komentar

BACA JUGA:  Bandung Dorong Educational Tourism untuk Kembangkan Ekonomi Kreatif

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.