Farhan Tekankan Integritas Saat Lantik 100 Pejabat Pemkot Bandung
KOTA BANDUNG (METRUM) – Wali Kota Muhammad Farhan melantik 100 pejabat di lingkungan Pemkot Bandung, yang terdiri atas 67 pejabat pengawas dan 33 kepala sekolah, dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan yang digelar di Pendopo Kota Bandung, Jumat (13/3/2026).
Pelantikan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bandung menjadi bagian dari upaya penyegaran birokrasi sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik di Bandung, khususnya pada sektor pendidikan dan tata kelola pemerintahan.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pentingnya integritas sebagai landasan utama dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat.
“Dalam setiap pelantikan dan setiap apel saya selalu mengingatkan satu kata kunci, yaitu integritas. Integritas adalah wajah pelayanan publik di mata masyarakat. Semakin baik integritas kita, maka semakin baik pula wajah pemerintah di mata masyarakat,” ujar Farhan.
Ia mengungkapkan, setelah satu tahun pemerintahan berjalan, pihaknya telah melakukan survei untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik di Kota Bandung.
Hasil survei tersebut direncanakan akan diumumkan dalam waktu sekitar dua pekan ke depan untuk melihat sejauh mana tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pelayanan pemerintah.
Kepada para kepala sekolah yang baru dilantik, Farhan menekankan bahwa sektor pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi masa depan.
“Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi tempat tumbuhnya anak-anak. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian harus ditanamkan sejak dini,” katanya.
Menurutnya, kepala sekolah tidak hanya bertugas memimpin lembaga pendidikan, tetapi juga memimpin para guru, tenaga kependidikan, sekaligus menjadi teladan bagi para siswa.
Ia menilai, integritas yang ditunjukkan para tenaga pendidik akan menjadi contoh bagi anak-anak yang kelak menentukan arah masa depan bangsa dalam kurun 10 hingga 30 tahun mendatang.
Farhan juga menjelaskan bahwa rotasi, mutasi, maupun promosi jabatan merupakan hal yang wajar dalam sistem birokrasi pemerintahan. Langkah tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus upaya meningkatkan kompetensi aparatur.
“Ini adalah bagian dari dinamika birokrasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses penataan jabatan tersebut dilakukan melalui evaluasi serta pembahasan bersama berbagai pihak, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bandung.
Menurut Farhan, para pejabat yang dilantik memiliki peran strategis dalam mendukung visi pembangunan Kota Bandung yang dikenal dengan konsep Bandung UTAMA (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis).
Selain menyoroti pentingnya integritas, Farhan juga mengingatkan aparatur pemerintah agar menjaga etika komunikasi, terutama dalam penggunaan media sosial di era digital.
“Hindari penggunaan kata-kata yang tidak pantas, penyebaran informasi yang belum terverifikasi, maupun konten yang dapat memberikan dampak negatif,” pintanya. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.