Gather Town, Jelajah Virtual Kampus ITB di Festival Gajah Merdeka
PADA saat pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai ini, salah satu perusahaan di Amerika Serikat benama Gathe Presence Inc membuat suatu inovasi baru berupa platform virtual meeting yang bernama Gather Town. Platform Gather Town ini merupakan salah satu platform untuk semua orang agar bisa berinteraksi secara langsung layaknya di dunia nyata, yang menggabungkan video call dan sebuah peta 2 dimensi yang memungkinkan setiap partisipan yang berada di dalam room tersebut dapat berkeliling dan berbicara secara langsung.
Meskipun hampir memiliki fitur dan kegunaan yang serupa seperti Zoom Meeting dan Google Meet, namun Gather Town ini memiliki perbedaan yang sangat kontras, karena dalam platform ini kita dapat membuat sebuah dunia virtual yang bisa menyerupai sesuai dengan keinginan kita. Jika dalam zoom meeting ruangan virtual disebut “Room”, akan tetapi di Gather Town disebut “Space”.
Salah satu builder Gather, Said Fariz Hibban mengungkapkan, keunggulan Gather Town dibandingkan dengan platform lain sejenis karena memiliki interaksi yang parsial dan nuansa seperti memainkan game 2 dimensi dengan tampilan 8-bit pada game era 90-an seperti Pokemon. Sehingga banyak orang yang memberikan tanggapan bahwa konsep dari Gather Town ini merupakan hybrid antara Pokemon dan Zoom Meeting.
“Yang membedakan Gather Town ini menghadirkan nuansa game 2 dimensi. Dan, memang kalau buat anak-anak muda era 90-an cukup familiar dengan game boy pokemon, sehingga banyak istilah-istilah sama yang digunakan, gabungan antara dunia Pokemon dan Zoom Meeting,” ujar Hibban.
Gather Town sendiri memiliki desain Pixels atau kotak-kotak yang berbasis tiles sehingga untuk gerakan-gerakan transisi pun masih terbatas. Akan tetapi meskipun Gather Town ini memiliki tampilan yang berbasis tiles, fokus jual utama dari platform ini menampilkan sebuah inovasi yang baru dan kreatif guna menghilangkan rasa bosan ketika orang-orang sedang melakukan virtual meeting. Yang biasanya hanya terlihat muka partisipan saja, lebih jauh Gather Town memberikan sesuatu yang dinamis yaitu space layaknya dunia asli.
Memiliki private space

Menurut Hibban, platform Gather Town ini memiliki keunggulan dibandingkan platform yang lain, karena dalam Gather Town ada yang namanya Private Space. Tujuan Private Space ini supaya para partisipan benar-benar bisa merasakan nuansa layaknya ketika sedang meeting atau nongkrong di dunia nyata. Seperti contohnya, ketika sedang melakukan meeting dengan 10 orang di suatu ruangan, kita tidak mungkin hanya mendengarkan satu orang berbicara saja, akan tetapi bisa berbicara juga dengan sepuluh orang yang berbeda yang berada di ruangan tersebut. “Namun tidak terdapat noise seperti halnya membuka forum masing-masing meskipun di dalam satu ruangan,” ujarnya.
Fitur tersebut bisa didapatkan di Gather Town yang bernama Start Bubble, fungsi dari fitur ini supaya ketika kita sedang dalam satu ruangan private dan hanya ingin berbicara pada satu orang saja. Oleh sebab itu, ketika A dan B menggunakan fitur Start Bubble, maka C tidak akan bisa mendengarkan obrolan antara A dan B meskipun masih dalam satu ruangan private yang sama. Sebaliknya A dan B juga tidak akan bisa mendengarkan suara C. Sehingga orang yang tidak menjadi bagian dari obrolan forum tersebut tidak akan terganggu dengan suara yang ada.
Membuat ratusan meeting dalam satu space
Kelebihan lain aplikasi Gather Town dapat membuka ratusan meeting dalam satu space. Berbeda dengan platform yang lain, ketika membuat sebuah room meeting maka akan mendapatkan satu link dan satu room meeting. Akan tetapi untuk Gather Town ini, ketika membuat sebuah space room dan mendapatkan satu link untuk disebarkan kepada satu partisipan, maka akan memiliki ratusan, bahkan ribuan room meeting karena di Gather Town ini ada fasilitas yang bisa ditambahkan untuk meeting seperti membuat sebuah ruangan tamu, perkantoran, rumah, aula, lapangan dan lainnya yang bisa digunakan untuk orang-orang melakukan meeting tanpa harus membuat link baru.
Melakukan update secara rutin
Lebih lanjut Hibban menjelaskan bahwa Gather Town ini selalu melakukan update untuk pengembangan kedepannya. Pembaruan yang baru-baru ini dilakukan berupa tampilan loading ketika penggunjung akan masuk ke space.
“Baru banget update kemarin, itu (tampilan loading) adalah update yang terbaru jadi yang terakhir kali sebelum update tampilan loading itu hari rabu. Jadi untuk update ini cepet banget,” ucapnya.

Untuk melakukan pembaruan pada sebuah platform tentu saja perusahaan membutuhkan saran atau permintaan dari khalayak atau konsumen yang menggunakan platform tersebut. Oleh karena itu, Gather Town sendiri mempunyai sebuah fitur khusus untuk mengirimkan request update yang diinginkan para pengguna Gather Town. Sehingga dalam satu fitur tersebut, request akan ditampung dan dievaluasi untuk dieksekusi. Setidaknya setiap satu minggu sekali Gather Town akan melakukan update pada platformnya dan paling lambat tiga minggu sekali.
Bazaar virtual di gather town
Keluarga besar alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan sebuah acara yang bernama Festival Virtual Gajah Merdeka yang diselenggarakan hasil dari kolaborasi antara Gajah Gembira dan Apgan (Aplikasi Ganesha). Sehingga platform Gather Town ini diimplementasikan menjadi sebuah media untuk melakukan bazaar virtual yang merupakan bagian dari kegiatan Festival Virtual Gajah Merdeka.
Campus Center ITB Area ini merupakan nama space yang berada di Gather Town, dibentuk oleh team builder gather yang bernama Said Fariz Habbin Alumni Jurusan Meteorologi Angkatan 2014 dan Arham Ismail Jurusan Desain Produk Angkata 2012. Pada proses desain space Campus Center ITB Area ini, 80% dikerjakan Arham Ismail secara bertahap.
Hal senada disampaikan Arham Ismail bahwa project ini dikerjakan secara bertahap dan dalam waktu yang cukup lama. “Untuk virtual ITB ini tidak dimulai dari 0 buat acara ini doang. Jadi dulu tuh sempat ada perolehan salah satu kandidat untuk pemilu IA ITB, karena pandemi jadi harus dilakukan secara virtual maka dari itu dibentuk lah virtual ITB ini. Awal mula dibentuk itu sama Hibban, lalu aku tertarik untuk mengembangkannya,” kata Arham.
Tujuan dibentuknya Campus Center ITB Area untuk membantu masyarakat yang memiliki UMKM yang terdampak pandemi Covid-19. Campus Center ITB Area secara virtual dapat menyelenggarakan berbagai acara, seperti bazaar atau pasar seni. Tidak hanya itu, dalam Campus Center ITB Area juga terdapat main stage untuk menyelenggarakan pesta musik/konser musik di kampus ITB sehingga para pengguna merasakan dunia virtual ini seolah-olah bisa menyerupai kampus ITB, meski tidak sepenuhnya sama.

Tidak hanya sekedar menyerupai fasilitas yang berada di kampus ITB, ternyata di Center Campus ITB Area ini terdapat dua prasasti yang ditambahkan oleh Hibban dan Arham selaku builder dari gather ini. Prasasti yang ditambahkan tersebut memiliki makna sebagai hadiah atau apresiasi untuk Hibban dan Arham karena insiatifnya membangun dunia virtual untuk membantu banyak orang ketika kesusahan pada masa-masa lockdown atau pembatasan karena pandemi saat ini.
“Kita anggap ini sebuah hadiah dari kita berdua untuk seluruh dunia. Ini adalah solusi selama lockdown dan ITB tidak bisa dibuka. Jadi kita membuat ITB online, yang merupakan hasil karya sendiri, tanpa dorongan orang lain, tanpa ada biaya. Jadi hanya sebuah persembahan buat penanda,” tukas Arham.
Prasasti tersebut juga dibuat untuk memberikan sambutan kepada orang-orang yang ingin mendatangi kampus ITB akan tetapi terbatas karena jarak dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
“Seperti prasasti yang di luar berbunyi, selamat datang kembali putra putri terbaik bangsa. Selamat bersenang-senang di ITB nostalgia,” ujar Arham melanjutkan.
Bazar virtual yang diselenggarakan para alumni ITB selama sepekan ini terbuka untuk umum. Bagaimana cara kita memasuki, berkeliling, melihat, menonton, dan juga belanja di bazar virtual area kampus ITB ini? Tenang aja kalian bisa langsung klik link ini https://gather.town/app/bwqSPltSIQnI0B3Z/CampusCenterITBArea
Hadir yuk sekalian belanja produk kuliner, kesehatan/kecantikan, hasil tani/ternak/kebun, karya seni, kriya dan desain, karya inovasi dan teknologi, lihat-lihat dan belanja di gerai ApGan http://apgan.id. (Deonisius Berkham/JT)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.