Gerindra Soroti Sampah, Minta Pemkot Bandung Terapkan Pengelolaan Berbasis Nilai Ekonomi
KOTA BANDUNG (METRUM) – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Bandung mendesak Pemerintah Kota Bandung meninggalkan pola konvensional dalam menangani persoalan sampah. Gerindra menilai pengelolaan sampah harus bertransformasi menjadi sistem yang mampu menciptakan nilai ekonomi melalui daur ulang dan pemanfaatan energi, bukan sekadar mengurangi timbunan sampah.
Pandangan itu disampaikan juru bicara Fraksi Gerindra, Asep Robin, S.H., M.H., dalam rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), Kamis (18/6).
Rapat dipimpin Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., didampingi Ketua DPRD Kota Bandung H. Asep Mulyadi, S.H., Wakil Ketua I H. Toni Wijaya, S.E., S.H., Wakil Ketua III Rieke Suryaningsih, S.H., serta dihadiri Wakil Wali Kota Bandung H. Erwin dan para anggota dewan.
Menurut Asep Robin, pengelolaan sampah harus diarahkan pada konsep berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi modern, termasuk mempelajari keberhasilan Kota Semarang mengembangkan Proyek Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Gerindra juga mengingatkan agar tragedi di TPST Bantar Gebang tidak terulang akibat lemahnya pengawasan.
“Pengelolaan sampah harus mendukung keberlanjutan ekonomi kota dan tidak berhenti pada slogan reduce, reuse, recycle semata. Sudah saatnya sampah dipandang sebagai sumber daya yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain isu persampahan, Fraksi Gerindra mendukung pembangunan Gedung Inspektorat dan RSUD Kota Bandung melalui skema tahun jamak, dengan catatan fungsi pengawasan pemerintahan harus diperkuat dan layanan kesehatan semakin mudah diakses masyarakat.
Gerindra juga meminta perubahan status Perusahaan Daerah BPR menjadi Perseroda benar-benar mampu memperluas akses pembiayaan bagi UMKM serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui tata kelola perusahaan yang profesional. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.