METRUM
Jelajah Komunitas

Giro d’Italia Kembali Menggila: Tanjakan Alpen dan Cuaca Ekstrem Ancam Favorit

GIRO d’Italia 2026 resmi membuka rangkaian grand tour musim 2026 dengan edisi ke-109 yang berlangsung 8–31 Mei. Balapan legendaris ini akan dimulai di Nessebar sebelum melintasi dua kota Bulgaria lainnya, Burgas dan Sofia, lalu berlanjut ke Italia dan finis di Rome.

Total jarak yang ditempuh mencapai 3.250 kilometer dalam 21 etape, terdiri dari rute datar, perbukitan, tanjakan ringan hingga ekstrem, serta satu etape individual time trial (ITT). Seperti tradisi Giro, jalur lomba kembali menyuguhkan panorama kota-kota ikonik Italia dan lintasan pegunungan Alpen yang kerap menjadi arena perebutan Maglia Rosa—simbol juara umum dengan catatan waktu tercepat.

Enam etape finis tanjakan diprediksi menjadi penentu utama perebutan gelar, yakni di Blockhaus, Corno Alle Scale, Pila, Cari, Pieve di Soligo, dan Piancavallo. Selain itu, Giro juga menghadirkan satu etape ITT 42 km, enam etape sprinter, dan delapan etape kombinasi datar-perbukitan yang berpotensi memicu berbagai skenario tak terduga.

Tanpa kehadiran juara 2024 Tadej Pogacar, status unggulan utama kini mengarah kepada Jonas Vingegaard dari Team Visma | Lease a Bike. Juara dua kali Tour de France itu untuk pertama kalinya turun di Giro setelah menjuarai Vuelta a España 2025.

Secara kualitas, Vingegaard dinilai berada di atas rival-rivalnya. Namun tantangan terbesar justru datang dari faktor alam Italia yang terkenal sulit diprediksi pada Mei—masa peralihan dari musim dingin menuju musim panas.

Cuaca ekstrem, perubahan suhu drastis, hujan mendadak, hingga kondisi lintasan yang berubah cepat disebut menjadi ancaman nyata. Situasi ini membuat Giro berbeda dari Tour de France yang cenderung lebih stabil dan memiliki intensitas balapan yang konsisten.

Pengamat dari harian olahraga Italia La Gazzetta dello Sport, Lorenzo Tiberi, menyebut “alam Italia” justru bisa menjadi lawan paling berat bagi Vingegaard.

BACA JUGA:  Dwars Door Vlaanderen Classic ke-77/2023: Tim Jumbo Visma Kembali Berjaya   

“Kunci keberhasilan Jonas, dia harus bisa mengatasi alam Italia di bulan Mei yang sangat sulit diduga dan bisa menjadi lawan berat yang sesungguhnya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti karakter Giro yang penuh ketidakpastian dan sering menghadirkan chaos di lintasan, mulai dari perubahan tempo lomba hingga kecelakaan massal.

“Bukan Giro d’Italia kalau tidak ada chaos,” tambahnya.

Sejak pertama kali digelar pada 1909 dan dimenangi Luigi Ganna, Giro d’Italia telah melahirkan banyak legenda. Rekor lima gelar masih dipegang Fausto Coppi, Alfredo Binda, dan Eddy Merckx.

Nama-nama besar lain seperti Gino Bartali, Bernard Hinault, Miguel Indurain, Marco Pantani, Alberto Contador, Nairo Quintana, Tom Dumoulin, hingga Chris Froome juga pernah mengangkat trofi Maglia Rosa.

Para Juara Setelah Covid 19 (2020):

  • 2020 (Giro Covid edition) Tao Geoghegan Hart (Ineos/Inggris)
  • 2021 Egan Bernal (Ineos/Kolombia)
  • 2022 Jai Hindley (Bora Hansgrohe/Australia)
  • 2023 Primoz Roglic (Visma Lease a Bike/Slovenia)
  • 2024 Tadej Pogacar (UAE Emirateas/Slovenia)
  • 2025 Simon Yates (Visma Lease a Bike/Slovenia). (M1-BK)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.