Gratis untuk Warga, Bandung Creative Hub Jadi “Rumah” bagi Talenta Kreatif Bandung
KOTA BANDUNG (METRUM) – Bagi warga Kota Bandung yang ingin berlatih musik, membuat karya digital, menggelar pameran hingga mengembangkan komunitas, biaya sewa ruang tak selalu menjadi penghalang. Bandung Creative Hub (BCH) menyediakan beragam fasilitas kreatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis.
Kepala UPTD Padepokan Seni, Kreativitas, dan Kebudayaan Disbudpar Kota Bandung, Luki Darmawan, mengatakan BCH dirancang sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk belajar, berkreasi, berkolaborasi, dan mengembangkan karya.
“Di Bandung Creative Hub ini banyak ruangan yang bisa digunakan oleh masyarakat Kota Bandung secara gratis,” ujar Luki.
Berbagai fasilitas tersedia di BCH, mulai dari studio latihan musik, ruang pameran, co-working space, Digital Content Studio, studio recording, auditorium, hingga studio tari.
Dari seluruh fasilitas tersebut, studio latihan musik menjadi salah satu yang paling banyak diminati. Setiap hari tersedia tiga sesi penggunaan, yakni pukul 09.00-11.00, 11.00-13.00, dan 13.00-15.00.
Tingginya pemanfaatan studio tersebut menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap ruang kreatif yang disediakan pemerintah.
“Yang paling banyak sesinya tuh di studio latihan musik. Jadi ruang musik tersebut yang paling sering digunakan bergantian oleh masyarakat,” jelas Luki.
Musik hingga Film, Semua Bisa Berkarya
BCH juga memiliki studio recording yang dilengkapi berbagai instrumen musik, mulai dari drum, bass, gitar, vokal, piano hingga kibor.
Fasilitas tersebut dapat digunakan secara gratis oleh warga Kota Bandung dari berbagai kelompok usia. Artinya, ruang kreatif tidak hanya terbuka bagi musisi profesional atau anak muda, tetapi juga masyarakat yang baru mulai belajar dan mengeksplorasi minatnya.
Ketersediaan fasilitas gratis menjadi peluang bagi masyarakat untuk berlatih dan memproduksi karya tanpa harus terbebani biaya sewa studio yang relatif mahal.
Lebih dari sekadar tempat berlatih, BCH juga menjadi titik temu bagi orang-orang dengan minat dan kreativitas yang sama. Komunitas dapat berinteraksi, bertukar gagasan, hingga membangun kolaborasi baru.
Pemanfaatan BCH pun tidak berhenti pada musik. Pelajar dan mahasiswa memanfaatkan ruang yang tersedia untuk mengerjakan tugas, sementara komunitas dan masyarakat umum menggunakannya untuk pameran, produksi film, screening hingga pertunjukan.
Studio tari juga disebut memiliki tingkat pemanfaatan yang tinggi. Sementara auditorium ramai digunakan untuk berbagai kegiatan, khususnya pada akhir pekan.
Mencetak Kreator Baru dari Bandung
Luki berharap BCH tidak sekadar menjadi bangunan yang menyediakan ruang dan fasilitas. Lebih jauh, tempat tersebut diharapkan menjadi ekosistem yang mampu melahirkan talenta-talenta baru dari Kota Bandung.
“Mudah-mudahan dari BCH ini lahir orang-orang kreatif. Mungkin BCH ini akan melahirkan kreator-kreator muda atau kreator-kreator baru yang lahir di sini,” tutur Luki.
Dengan fasilitas yang beragam dan akses gratis bagi masyarakat, BCH memiliki modal untuk menjadi ruang tumbuh bagi pelaku ekonomi kreatif. Dari ruang latihan sederhana, sebuah komunitas bisa berkembang menjadi karya, pertunjukan, bahkan profesi baru.
Bagi Bandung yang selama ini dikenal sebagai salah satu kota dengan geliat komunitas kreatif yang kuat, keberadaan ruang publik semacam BCH menjadi penting. Tantangannya kini bukan sekadar menyediakan fasilitas, tetapi memastikan ruang tersebut terus hidup, mudah diakses, dan benar-benar melahirkan karya yang memberi dampak bagi masyarakat. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.