H+2 Lebaran TPA Sarimukti Kembali Dibuka, Pengangkutan Sampah Kota Bandung Kembali Normal
KOTA BANDUNG (METRUM) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mulai mengoptimalkan kembali penanganan sampah pada H+2 Lebaran setelah pengiriman ke TPA Sarimukti kembali dibuka.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq, mengatakan proses pengangkutan sudah kembali berjalan sehingga penanganan di tingkat TPS dan ruas jalan mulai terkendali.
“H+2 kemarin sebetulnya kita sudah mulai bisa mengirimkan lagi sampah ke Sarimukti. Alhamdulillah, jadi penanganan di TPS-TPS dan di rute jalan sudah mulai bisa dilakukan kembali,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).
Sebelumnya, pengangkutan sempat terhambat karena TPA Sarimukti tidak beroperasi saat Hari H Lebaran dan H+1.
“Pada saat Hari H itu TPA tutup, kemudian H+1 karena hari Minggu memang tidak menerima kiriman sampah. Baru pada H+2 kita sudah bisa kirim kembali ke Sarimukti,” jelasnya.
Untuk mempercepat penanganan, DLH mengerahkan 1.025 personel yang terdiri dari 619 petugas penyapu dan 406 petugas angkutan. Mereka didukung 134 armada, termasuk 66 truk, 7 pikap, 57 motor sampah, dua road sweeper, dan dua alat berat.
Penanganan difokuskan di 71 titik pantau, terutama kawasan dengan aktivitas tinggi seperti pusat kota, destinasi wisata, pasar, dan ruas jalan utama. Selain itu, pemantauan aktif juga dilakukan di 66 titik strategis, termasuk kawasan Alun-alun, Braga, Gasibu, dan Asia Afrika yang mengalami lonjakan pengunjung.
“Secara visual memang ada peningkatan karena kunjungan wisatawan ke pusat kota cukup tinggi. Kita lihat di Asia Afrika dan Braga sampai malam masih ramai,” kata Salman.
Meski begitu, ia mengakui penanganan belum sepenuhnya tuntas. Keterbatasan kuota pengiriman ke TPA Sarimukti membuat sejumlah TPS belum sepenuhnya bersih.
“Memang belum seluruh TPS itu clear. Tapi yang penting tidak meluber ke jalan, tidak mengganggu lalu lintas. Jadi kita kendalikan supaya tetap aman,” ujarnya.
DLH juga mengerahkan tim taktis berjumlah 25 personel untuk menangani titik rawan penumpukan, dengan dukungan armada lengkap.
Selain itu, peran petugas Gaslah dan Gober turut memperkuat penanganan di lapangan. Meski belum sepenuhnya optimal, beberapa wilayah sudah mulai menjalankan pengumpulan sampah organik sesuai target.
“Beberapa kecamatan sudah mulai berjalan sesuai target pengumpulan sampah organik oleh Gaslah. Mudah-mudahan segera optimal, karena ini masih suasana Lebaran,” katanya.
Di sisi lain, fasilitas pengolahan sampah mulai kembali beroperasi. TPST Babakan Siliwangi dan fasilitas di Gedebage sudah menerima pasokan sampah, bahkan di Gedebage tercatat hampir 8 ton telah diolah.
“Di Gedebage sudah menerima input hampir 8 ton. Ini cukup positif karena pengolahan juga sudah berjalan kembali,” ungkapnya.
DLH menargetkan pada H+3 kondisi penanganan semakin normal, dengan 80–85 persen personel telah kembali bertugas. Fokus juga mulai diarahkan pada pembersihan titik pembuangan liar yang muncul selama Lebaran.
“Kita akan menyisir titik-titik yang tiba-tiba jadi tempat buang sampah liar. Kalau dibiarkan, itu akan memicu timbulan sampah yang lebih besar,” jelas Salman.
DLH mencatat volume sampah pada malam takbiran mencapai 438 meter kubik atau setara 208 ton, naik sekitar 2 persen dibanding tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, penanganan sampah sejak H-1 hingga H+2 melibatkan 263 titik pantau, 2.266 personel, dan 423 armada. Rinciannya, H-1 sebanyak 66 titik dengan 926 personel, Hari H 17 titik dengan 200 personel, H+1 108 titik dengan 445 personel, dan H+2 sebanyak 71 titik dengan 1.025 personel.
Dengan normalnya kembali pengangkutan ke TPA, dukungan petugas lapangan, serta optimalisasi fasilitas pengolahan, DLH optimistis kondisi kebersihan Kota Bandung akan terus membaik pasca Idulfitri. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.