Hari Pertama Pocari Sweat Run 2026 Sukses, Pemkot Bandung Soroti Evaluasi Jalur Finis
KOTA BANDUNG (METRUM) – Hari pertama gelaran ajang lari bergengsi Pocari Sweat Run 2026 yang mempertandingkan kategori 10K di Kota Bandung, Sabtu (19/9/2026), berlangsung aman dan kondusif. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencatat pelaksanaan acara berjalan mulus, meski menyisakan evaluasi minor terkait pengaturan arus kendaraan di sekitar garis finis.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengapresiasi tingginya kesadaran dan toleransi para pengguna jalan, sehingga kemacetan parah dapat dihindari selama ajang berlangsung.
“Jadi hari pertama Pocari Sweat Run 2026 alhamdulillah lancar. Klaksonnya minimum sekali. Tidak ada kecelakaan lalu lintas setelah start,” kata Farhan saat memberikan keterangan di Balai Kota Bandung, Sabtu (19/9/2026).
Farhan mengungkapkan, sempat terjadi satu insiden kecelakaan lalu lintas antara angkot dan truk di kawasan Dago, namun peristiwa tersebut terjadi sekitar lima menit sebelum bendera start dikibarkan.
Secara keseluruhan, pemblokiran arus di sejumlah titik dinilai sangat dinamis. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, penumpukan kendaraan hanya berlangsung singkat dan kondisi lalu lintas sudah kembali terurai secara menyeluruh pada pagi hari.
“Walaupun sempat tertahan itu di beberapa titik tidak sampai lebih dari tiga menit, saya hitung. Begitu masuk pukul 06.30 sudah enggak ada apa-apa. Sudah lancar semuanya. Tinggal di titik menjelang finish aja, ya wajar karena pusat acaranya di sini, di Balai Kota,” ujarnya.
Tak hanya kelancaran lalu lintas, penanganan kebersihan juga menjadi prioritas. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menerjunkan armada khusus dan 30 personel aktif untuk menyisir sampah di sepanjang rute lari.
Kepala DLH Kota Bandung, Darto memastikan seluruh sampah plastik hasil kegiatan akan dipilah dan didaur ulang secara mandiri oleh pihak penyelenggara tanpa dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
“DLH tadi mengerahkan dua mobil truk, kemudian satu mobil pick-up, kemudian satu mobil road sweeper dengan 30 personel aktif. Yang pasti semua sampah plastik di-handle oleh Pocari Sweat. Jadi nanti sampahnya semua dipilah, habis itu juga di-recycle. Jadi enggak ada sampah yang kebuang ke TPA,” jelas Darto.
Di sisi lain, pertimbangan kenyamanan warga Kota Bandung juga menjadi alasan utama penyelenggara belum menambah kategori jarak tempuh yang lebih jauh untuk gelaran mendatang.
Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati menyebut pihaknya tetap membatasi kategori maksimal hingga half marathon agar tidak melumpuhkan akses mobilitas kota.
“Pertama kali maraton, ya, kategori maraton 42 kilometer. Karena kalau 42 kilometer, rutenya harus memutar Bandung lebih banyak lagi. Jadi kita juga ngelihat kenyamanan warga Bandung. Kayaknya kita masih sampai dengan half marathon,” tutur Puspita. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.