METRUM
Jelajah Komunitas

Tak Cuma Halte dan JPO, Dishub Bandung Mulai Ambil Alih Pengelolaan Pintu Perlintasan KA

KOTA BANDUNG (METRUM) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung terus memacu pemeliharaan dan penataan sarana prasarana transportasi guna menjaga kenyamanan mobilitas warga. Langkah strategis ini dikupas dalam talkshow “Bandung Makin Nyaman: Menata Prasarana untuk Mobilitas Warga”, Kamis (17/9/2026).

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bandung, Ferlian Hady, mengungkapkan bahwa fungsi halte saat ini terus dioptimalkan untuk menyokong rute transportasi publik utama.

“Ada beberapa titik halte yang digunakan oleh Metro Jabar Trans, contohnya yang di Jalan Merdeka, Jalan Muhammad Toha, Pasar Bunga, dan Hotel California,” ujar Ferlian.

Selain halte, pemenuhan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) masih menjadi tantangan mendesak. Dari total 21 JPO yang ada, jumlah tersebut dinilai belum memadai, terutama di titik padat seperti Jalan Soekarno-Hatta. Kendala pembiayaan muncul lantaran titik prioritas berada di ruas jalan nasional. Untuk mengatasinya, Dishub menggaet sektor swasta.

“Kebutuhan JPO-JPO ini prioritas semua ada di jalan nasional. Ini juga menjadi tantangan bagi kami. Kami coba untuk melakukan inovasi dengan mengajak pihak sektor-sektor swasta untuk berperan serta membangun infrastrukturnya. Alhamdulillah ada beberapa pihak dan usaha yang memang berminat juga untuk membangun JPO,” jelasnya.

Salah satu bentuk kongkret kolaborasi ini adalah perintisan JPO Peta yang direalisasikan pada 2025 setelah diusulkan warga sejak 2020. Di samping pembangunan baru, perbaikan struktur JPO eksisting juga diprioritaskan tahun ini demi menjamin keamanan warga.

“Tahun ini kita akan melakukan pemeliharaan dari aspek konstruksi, jadi belum ke aspek estetika. Karena hasil asesmen ternyata ada beberapa konstruksi yang perlu dilakukan perbaikan. Bukan berarti JPO tersebut sudah tidak layak atau berbahaya, tidak,” tegas Ferlian.

Upaya penataan juga merambah sektor keselamatan perkeretaapian. Dishub tengah berkoordinasi dengan Balai Teknik Kereta Api untuk mengelola tiga pintu perlintasan melalui skema pinjam pakai.

BACA JUGA:  Antisipasi Peningkatan Covid-19, Dinkes Kota Bandung Segera Vaksin Nakes

Di sisi lain, Dishub masih memutar otak menghadapi persoalan klasik berupa aksi vandalisme dan penempelan stiker liar di halte-halte kota. Pengawasan lewat jaringan CCTV kini diperketat untuk menindak para pelaku.

“Setiap kegiatan pemeliharaan yang teman-teman lakukan di lapangan itu selalu, paling banyak itu vandalisme. Vandalisme ini sangat mengganggu sekali dari sisi estetika. Pemasangan stiker juga membutuhkan kesadaran semuanya,” tambah Ferlian.

Guna mencegah aksi corat-coret, ruang-ruang informasi kosong di halte bakal diisi konten edukatif. Penentuan lokasi halte baru pun terus disesuaikan dengan pola pergerakan warga di area permukiman, sekolah, hingga pusat perkantoran. Seluruh rangkaian pemeliharaan ini membutuhkan kepedulian bersama agar fasilitas publik Kota Bandung tetap terjaga. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.