METRUM
Jelajah Komunitas

Harlah PKB ke-28, Renie Dorong Kader PKB Kabupaten Bandung Tak Berhenti di Seremoni

KABUPATEN BANDUNG (METRUM) – Peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-28 di Kabupaten Bandung tak sekadar dikemas sebagai agenda seremonial. Momentum tersebut diarahkan untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus menegaskan kembali keberpihakan partai terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Rangkaian Harlah PKB tingkat Kabupaten Bandung dipusatkan di Desa Melatiwangi, Kecamatan Cilengkrang, Minggu (19/7/2026). Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari jalan sehat, senam bersama, pasar murah, santunan anak yatim hingga penanaman pohon sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzi, S.H., mengatakan Harlah seharusnya menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan pembenahan organisasi, bukan sekadar perayaan tahunan.

“Harlah bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum penting untuk melakukan pembenahan dan memperkuat struktur partai, serta meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat,” ujar Renie, Senin (20/7/2026).

Renie yang juga politisi PKB menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh kader PKB Kabupaten Bandung yang memperingati usia ke-28 partai tersebut. Ia berharap soliditas organisasi semakin kuat, hubungan antarkader dan masyarakat semakin erat, serta komitmen memperjuangkan kepentingan rakyat terus dijaga.

Menurut Renie, sejak awal berdiri PKB membawa semangat memperjuangkan kepentingan masyarakat dengan berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus mengedepankan semangat kebangsaan.

Kombinasi nilai tersebut, kata dia, menjadi modal PKB untuk terus menjaga karakter sebagai partai yang terbuka dan dekat dengan masyarakat.

Namun, kedekatan dengan rakyat tidak cukup hanya dibuktikan melalui kegiatan politik. PKB, menurut Renie, harus mampu membaca kebutuhan warga dan menghadirkan solusi atas persoalan yang mereka hadapi.

“PKB harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang tengah dihadapi bangsa ini, khususnya di Kabupaten Bandung,” tegasnya.

BACA JUGA:  Kasus Arya Berujung Titik Terang, DPRD dan Disdik Kabupaten Bandung Pastikan Ia Kembali Sekolah

Ia menilai ukuran keberhasilan partai politik tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah suara yang diraih dalam pemilu. Lebih penting dari itu adalah kemampuan partai menghadirkan manfaat nyata dan memperjuangkan kepentingan masyarakat setelah pesta demokrasi berakhir.

Karena itu, Renie mendorong kader PKB Kabupaten Bandung mengedepankan politik yang santun, menjaga integritas, serta membuka komunikasi seluas-luasnya dengan berbagai kelompok masyarakat.

Rangkaian Harlah di Cilengkrang pun dinilai menjadi gambaran bahwa kegiatan partai dapat dikaitkan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Pasar murah menyentuh persoalan ekonomi, santunan menyasar kelompok yang membutuhkan, sementara penanaman pohon membawa pesan tentang kepedulian lingkungan.

“Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras seluruh kader, kami yakin PKB akan memperoleh kepercayaan lebih besar dari masyarakat Kabupaten Bandung,” tuturnya.

Puncak Harlah PKB ke-28 secara nasional dijadwalkan berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada 23 Juli 2026. Bagi PKB Kabupaten Bandung, peringatan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat organisasi sekaligus mempertegas politik yang berorientasi pada kerja nyata dan kepentingan masyarakat. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.