METRUM
Jelajah Komunitas

Ikatan Alumni SMPN 2 Bandung Berhasil Memvaksin 858 Orang

IKATAN (Ika) Alumni SMPN 2 Bandung, menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat dan Biddokkes Polda Jawa Barat berhasil melakukan vaksinasi massal Covid-19 kepada 858 orang yang mengikuti acara “Alumni Berbakti, Vaksinasi untuk Negeri” pada Sabtu, 30 Oktober 2021, di SMPN 2 Bandung, Jl. Sumatera No. 42 Kota Bandung. Vaksinasi yang dilaksanakan untuk keluarga besar alumni, bagi siswa-guru-pegawai SMPN 2 Bandung beserta keluarga dan masyarakat umum ini berjalan lancar dan selesai sesuai waktu yang telah ditentukan, meski dari jumlah peserta yang mendaftar dan yang hadir di acara mengalami penurunan.

Ketua Ikatan Alumni SMPN 2 Bandung Nanang K. Soemita mengatakan, jumlah peserta yang melakukan pendaftaran mencapai 1.479 orang dan terjaring 1.125. Terdiri dari 508 pria dan 617 wanita. “Jumlah peserta pendaftar yang masuk dan dicatat oleh tim data panitia sekitar 60% berasal dari Kota Bandung dan sisanya dari luar Bandung, karena kita menerima KTP dari seluruh wilayah di Indonesia,” ujar Nanang.

Nanang menuturkan, dari 2 kategori peserta vaksin, yaitu kategori usia 12 dan 18+ yang telah terdaftar, panitia telah menyiapkan sekitar 1.125 dosis vaksin guna membantu mempercepat proses vaksinasi di Kota Bandung.

“Semoga Ika SMPN 2 Bandung dapat terus berperan aktif dan menebarkan manfaat dalam proses percepatan vaksinasi untuk warga, karena Ikatan alumni bertujuan tidak hanya bermanfaat untuk alumni saja, tapi juga bagi sekolah dan masyarakat,“ kata Nanang.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi massal ini, pengurus Ika dibantu relawan alumni, guru/staf sekolah, dan personil dari Biddokkes Polda Jabar dan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jabar. Sedangkan tenaga kesehatan yang terlibat dalam acara sebagian besar dari dokter-dokter alumni SMPN 2 Bandung.

Panitia melakukan verifikasi data peserta vaksinasi pada Sabtu (30/10) pagi di SMPN 2, Jl. Sumatera No.42 Bandung (Foto: Nada).*

Ikhtiar Menuju Herd Immunity

Vaksinasi massal “Alumni Berbakti, Vaksinasi untuk Negeri” merupakan salah-satu program kerja Pengurus Ikatan Alumni SMP Negeri 2 Bandung dalam upaya membantu Pemerintah Kota Bandung mempercepat proses vaksinasi bagi warga.

Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana mengungkapkan, sesuai dengan ikhtiar bersama membentuk herd immunity dan menyelesaikan pandemi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung optimis vaksinasi Covid-19 di Kota Bandung akan mencapai 100 persen pada Desember mendatang dengan jumlah mencapai 1.952.358 jiwa. Apalagi banyak pihak membantu Pemkot menggelar acara vaksinasi massal untuk masyarakat seperti yang dilakukan oleh alumni SMPN 2 Bandung.

“Alhamdulillah 94% warga Kota Bandung sudah menerima vaksin ke-1 dan dosis ke-2 nya hampir mencapai 75%. Hal tersebut setara dengan 1.836.000 jiwa untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua yaitu sebanyak 1.489.000 jiwa. Mudah-mudahan sebelum akhir tahun kita sudah bisa memberikan 100% vaksinasi bagi warga dan warga nantinya bisa beraktivitas seperti sedia-kala dengan menerapkan adaptasi kebiasaan baru, salah-satunya kita karus melaksanakan protokol kesehatan dengan memakai masker,” tukas Yana, saat meninjau acara vaksinasi Ika SMP Negeri 2 Kota Bandung, Satu (30/10) di Jalan Sumatera No.42, Bandung.

Yana mengucapkan terimakasih kepada warga yang mau dan bisa divaksin, karena mereka semua adalah pahlawan bagi Kota Bandung dalam ikhtiar bersama menuju herd immunity dan menyelesaikan pandemi Covid-19. “Jika jumlah tersebut tercapai maka herd immunity atau kekebalan komunal di Kota Bandung bisa terbentuk,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanagara mengatakan, kegiatan vaksinasi yang dilakukan Ika SMPN 2 Bandung sangat membantu Pemkot Bandung, khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung dalam program untuk mengatasi pandemi ini. Dia berharap Ika juga dapat terus membantu Dinkes menyosialisasikan protokol kesehatan secara terus menerus kepada masyarakat.

Kepada Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanagara saat berkunjung ke acara vaksinasi pada Sabtu (30/10) di Jl. Sumatera No.42 Bandung (Foto: Nada).*

“Ikatan Alumni SMPN 2 Bandung merupakan wadah yang menyatukan berbagai potensi, menjalin silaturahmi, dan mampu menebarkan manfaat yang luas bagi masyarakat. Saya bangga menjadi bagian dari alumni SMPN 2 Bandung,” imbuh Ahyani, mantan ketua OSIS SMPN 2 Bandung dan alumni SMPN 2 angkatan’77 ini.

Ketua Panitia Vaksinasi Ika SMP Negeri 2 Bandung, Indri Budiaswati menuturkan, tim gabungan Ikatan Alumni SMP 2 Bandung, Biddokkes Polda Jabar dan Tim BPPD Provinsi Jabar yang berjumlah sekitar 100 orang berhasil melaksanakan kegiatan vaksinasi ke-1 dengan lancar dan siap melaksanakan kembali vaksinasi ke-2 bulan November mendatang.

“Data awal, jumlah peserta yang rencananya akan divaksin dosis 1 berjumlah 814 dan yang melakukan vaksin dosis 2 berjumlah 311 orang. Hanya saja, yang berhasil divaksin total 858 orang, dengan rincian vaksin dosis 1 berjumlah 673 orang dan dosis 2 berjumlah 177 orang. Vaksin menggunakan Sinovac dan Astrazeneca,” ujar Indri.

Lebih jauh Indri menuturkan, bagi peserta yang mengalami kesulitan berkaitan dengan sertifikat vaksin, bisa mengakses PeduliLindungi.id atau bit.ly/aplikasipedulilindungi. Nomor PeduliLindungi yang bisa dihubungi adalah 119 dengan extension 9 guna mendapatkan bantuan. Nomor ini merupakan Call Center PeduliLindungi sehingga peserta vaksin bakal diberikan solusi terhadap kendala yang dihadapi.

Dari pantauan lapangan, acara berjalan tertib dan lancar, sehingga mempercepat proses pelaksanaan. Mulai dari area pendaftaran, verifikasi data, screening peserta, ruang vaksinasi hingga area observasi tidak terjadi penumpukan peserta. Alur yang efektif membuat peserta vaksin tidak berkerumun di satu tempat dan menunggu lama untuk divaksin. Selain itu, peserta juga “dimanjakan” panitia dengan disediakan makanan ringan dan minuman pada saat acara dan goodie bag dari berbagai sponsor untuk dibawa pulang.

“Aku seneng banget divaksin disini, selain cepat, pulangnya dapet bingkisan juga,” kata Zetta Sabryanirwasita (13 tahun), warga Padasuka, Kota Bandung. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: