METRUM
Jelajah Komunitas

Insinyur Belgia di Taiwan Terinfeksi COVID-19, Kemungkinan telah Terinfeksi sejak Maret

TAIWAN, ROC – Seorang insinyur asal Belgia yang didiagnosis terinfeksi virus Corona atau juga dikenal dengan COVID-19 di Taiwan. Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) Sabtu (1/8/2020) malam dalam press konferensi mengumumkan, dari informasi terbaru didapati pada pekan kedua bulan Maret sang pasien ini sempat memiliki gejala kehilangan penciuman dan perasa tetapi tidak ada gejala lainnya dan tidak diperiksa, dengan demikian ada kemungkinan sudah terinfeksi sejak Maret, seperti dilansir dari RTI.

CECC mengumumkan bahwa seorang insinyur asing asal Belgia yang bertugas sebagai quality control (pengendalian kualitas) proyek Pembangkit Listrik Tenaga Angin Lepas Pantai dan masuk ke Taiwan dengan visa kerja pada 3 Mei 2020. Menurut si insinyur, dia selama ini tidak merasakan gejala sama sekali. Namun sehubungan dengan keinginannya pulang ke tanah air, pada 29 Juli ia melakukan tes PCR ke rumah sakit dengan biaya sendiri. Hasil pemeriksaan pertama angka Ct 34 -35, standar Taiwan di bawah Ct 35 dinyatakan negatif, tetapi karena ada keraguan maka dilakukanlah tes kedua yang hasilnya sebesar Ct 33 lebih untuk itu dinyatakan positif.

Sedangan antibodi darah IgM negatif, IgG positif kuat, yang menunjukkan waktu terinfeksi lebih awal. CECC pada sore hari mengumumkan kasus ini belum dimasukkan dalam kasus penularan lokal, masih menanti klarifikasi sumber penularan.

Juru bicara CECC, Zhuang Ren-hsiang pada Sabtu (1/8) malam menyampaikan, dari informasi data terbaru dokter yang bertugas, kasus insinyur Belgia ini pernah mengalami gejalan kehilangan indera penciuman dan perasa pada pekan kedua bulan Maret saat ia berada di Belgia, tetapi selain itu tidak ada gejala lainnya. Meskipun sempat 2 kali berobat ke dokter tetapi pada masa itu kehilangan indera penciuman dan perasa belum dimasukkan sebagai gejala yang mungkin sebagai gejala COVID-19 untuk itu tidak didiagnosis.

Zhuang Ren-hsiang mengatakan, meskipun kemungkian besar pasien terinfeksi virus corona pada bulan Maret, tetapi saat ini masih tetap akan melacak dan mendiagnosis mereka yang berinteraksi dengannya, hasil diagnosis akan diberikan pada pakar terkait untuk memperjelas sumber penularan. Saat ini terlacak 89 orang yang sempat berinteraksi yang semuanya akan menjalani pemeriksaan, 49 darinya menjalani isolasi rumah.

Zhuang mengatakan, kendati hasil pemeriksaan positif, tetapi berdasarkan pemahaman ciri virus corona yang ada sekarang ini kekuatan penularan sudah ada sejak 2 hari sebelum pasien terjangkit, infektivitas puncak sebelum gejala muncul, tidak ada risiko penularan setelah terjangkit 10 hari, untuk itu kemungkinan ancaman penularan lokal tidak besar. (M1-RTI)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: