METRUM
Jelajah Komunitas

Jeet Kune Do, Seni Beladiri Agresif yang Diciptakan Bruce Lee

BRUCE Lee, merupakan seorang aktor legenda yang namanya dikenal hingga saat ini. Tidak hanya sebagai aktor laga legendaris, Bruce Lee juga merupakan seorang praktisi beladiri.

Setelah kematiannya yang mendadak pada tahun 1973, Bruce Lee masih menjadi sosok yang kontroversial, baik sebagai aktor maupun sebagai praktisi beladiri. Ia tanpa perlu diperdebatkan, merupakan seorang ikon, salah satu yang memelopori popularitas seni beladiri tradisional China, dan juga yang memelopori perfilman China di Barat. Lee juga berada pada top 100 Orang Paling Penting Abad ini pada majalah TIME.

Sebagai murid dari IP Man yang memelopori beladiri Wing Chun, Lee juga mempraktikan beladiri taekwondo, tinju, karate, jiujitsu, dan beberapa cabang seni beladiri lainnya. Dari sekian banyak beladiri yang ia pelajari, Bruce Lee melebur semua beladiri tersebut dan terciptalah seni beladiri yang ia namakan “Jeet Kune Do”.

Bruce Lee bersama pelatih Wing Chunnya, IP Man (Sumber: international.kompas.com).*

Jeet Kune Do, diciptakan oleh Lee pada tahun 1967, pada tahun tersebut Bruce Lee terkenal sebagai ikon beladiri di dunia Internasional. Jeet Kune Do mulai disebarluaskan setelah Bruce Lee pindah ke Amerika Serikat. Sesampainya di Amerika Serikat pada tahun 1964, Lee mendirikan sekolah bela diri yang diberi nama Lee Jun Fan Gung Fu Institute atau Institut Kung Fu Lee Jun Fan. Lee Jun Fan adalah nama asli Bruce Lee.

Jeet Kune Do memiliki arti “Cara untuk mencegat Tinju”, arti itu mengacu pada proses melawan serangan lawan dengan membalas serangan yang cepat, dan menggunakan teknik apa saja sesuai dengan situasi dan kondisinya. Dengan Jeet Kune Do, para praktisi mampu menggunakan gerakan apa saja, atau menyerang yang tujuannya merebut keuntungan dari perubahan dalam situasi pertarungan.

Dalam Jeet Kune Do, praktisi beladiri memiliki banyak kebebasan dan pilihan gerakan yang tersedia. Pada dasarnya, beladiri ini tidak memiliki gaya yang baru, seni beladiri ini sebenarnya hanya sebuah campuran dan hasil modifikasi dari Lee sendiri.

Prinsip dalam Jeet Kune Do adalah yang penting fokus pada kemampuan teknik terbaik masing-masing dari praktisinya sendiri. Dalam menghadapi pertarungan, praktisi sebisa mungkin meminimalkan gerakan dan membalas dengan kecepatan kilat.

Meskipun konsep utama Jeet Kune Do adalah adaptasi dari Wing Chun, seni beladiri ini juga banyak mengadopsi tinju dan juga anggar. Posisi kuda-kuda yang dilakukan hampir serupa dengan anggar, tinju, dan juga wing chun.

Karena sejak awal dibuat fleksibel dan tidak berpaku pada teknik, Jeet Kune Do tidak ditujukan untuk menghafal gerakan. Jeet Kune Do lebih berfokus pada reaksi spontan dan intuisi menyerang dengan cepat dan efisien. Hal penting yang tidak boleh dilakukan oleh praktisi adalah tidak boleh kaku pada saat berdiri di depan lawan. Meskipun beladiri ini memiliki kebebasan dan pilihan jurus dalam praktiknya, metode beladiri Jeet Kune Do ini sempat ditentang para praktisi karena dianggap kontroversial.

Meskipun dianggap kontroversial, saat ini Jeet Kune Do tetap bisa berkembang dan bisa dipelajari orang di berbagai belahan dunia sampai saat ini. (Muhammad Fadli Sinatrya/JT)***

komentar

Tinggalkan Balasan