Job Fair Unpas 2025 Hadirkan 40 Perusahaan, Farhan Tekankan Pentingnya Link and Match
KOTA BANDUNG (METRUM) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, industri, dan dunia usaha untuk membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa penanganan pengangguran membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, terutama dalam menyelaraskan kompetensi lulusan pendidikan dengan kebutuhan industri.
“Seluruh angkatan kerja di Kota Bandung, khususnya lulusan Unpas sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, tentu kami harapkan dapat segera terserap di sektor formal,” ujar Farhan dalam Job Fair/Career Expo Unpas 2025 di Kampus IV Unpas, Sabtu (22/11/2025).
Farhan menyebutkan bahwa job fair merupakan salah satu sarana efektif yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Namun, menurutnya, persoalan yang dihadapi tidak hanya soal ketersediaan lapangan kerja, tetapi juga kecocokan antara keterampilan lulusan dan kebutuhan dunia usaha.
“Masalah klasik yang masih kita hadapi adalah bagaimana menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa selain meningkatkan kualitas pendidikan, Pemkot Bandung juga berupaya menjaga iklim usaha tetap kondusif agar sektor bisnis dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja. Kepastian hukum bagi pelaku usaha pun menjadi faktor penting untuk mendorong pertumbuhan kesempatan kerja.
Sementara itu, Wakil Rektor Belmawabud Unpas, Prof. Dr. Cartono, menuturkan bahwa job fair ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-65 Unpas, sekaligus langkah nyata universitas dalam menyiapkan lulusan yang siap masuk dunia kerja.
Job Fair Unpas 2025 menghadirkan sekitar 40 perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, teknologi, perhotelan, industri kreatif, hingga perusahaan rintisan. Para pencari kerja juga dapat berkonsultasi dengan HR, memperoleh informasi peluang magang, serta melamar pekerjaan secara langsung.
Cartono menambahkan bahwa kurikulum Unpas telah dirancang untuk menghubungkan mahasiswa dengan kebutuhan dunia profesional. “Sebanyak 44–50 SKS diarahkan untuk menambah kompetensi di luar program studi. Sejak kuliah, mahasiswa diarahkan untuk tidak hanya kuat di kampus tetapi juga terjun langsung ke masyarakat,” jelasnya. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.