METRUM
Jelajah Komunitas

KDS Perintahkan Gerak Cepat Atasi Kekeringan, Seluruh Jajaran Diminta Siaga Layani Air Bersih

KABUPATEN BANDUNG (METRUM) – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi melalui langkah cepat dan terkoordinasi.

Instruksi tersebut disampaikan KDS saat memimpin rapat koordinasi dan evaluasi bersama seluruh jajaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung. Menurutnya, setiap laporan masyarakat terkait kekurangan air bersih harus segera ditindaklanjuti tanpa menunggu kondisi semakin memburuk.

“Saya kirimkan langsung ke grup. Nantikan grup itu bisa memberikan solusi, di mana tempat pipanisasi, di mana tempat yang butuh pompa,” tegas KDS.

KDS menekankan seluruh perangkat daerah harus memperkuat koordinasi lintas sektor agar penanganan kekeringan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan menyentuh wilayah yang benar-benar membutuhkan bantuan. Pemerintah juga meminta setiap kecamatan aktif memantau kondisi di lapangan dan segera melaporkan apabila terjadi krisis air bersih.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Bandung telah menyiapkan berbagai upaya, mulai dari optimalisasi pompa air, perbaikan jaringan pipanisasi, hingga distribusi bantuan air bersih ke daerah terdampak. Perumda Air Minum Tirta Raharja juga dilibatkan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama musim kemarau.

“Jangan menunggu laporan menumpuk. Begitu ada informasi masyarakat kesulitan air bersih, segera lakukan langkah penanganan sesuai kewenangan masing-masing,” ujar KDS.

Selain memenuhi kebutuhan air bersih, pemerintah daerah juga mengantisipasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian yang berpotensi memengaruhi produksi pangan. Karena itu, seluruh OPD diminta terus melakukan pemantauan dan mengambil langkah mitigasi sesuai kondisi di lapangan.

Data Pemerintah Kabupaten Bandung menunjukkan sebanyak 27 dari 31 kecamatan berpotensi terdampak kekeringan selama musim kemarau. Kondisi tersebut membuat kesiapsiagaan seluruh jajaran menjadi sangat penting agar pelayanan dasar kepada masyarakat tetap terjaga.

BACA JUGA:  Ikatan Alumni SMPN 2 Bandung Siap Gelar Jabat Akbar IV-Musyawarah Alumni VI 2024

“Yang paling utama adalah masyarakat jangan sampai kesulitan mendapatkan air bersih. Semua perangkat daerah harus bergerak cepat, saling berkoordinasi, dan memastikan pelayanan berjalan maksimal,” kata KDS.

Melalui koordinasi yang diperkuat dan respons cepat seluruh jajaran, Pemerintah Kabupaten Bandung berharap dampak musim kemarau dapat diminimalkan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga ketersediaan air bersih sekaligus melindungi aktivitas masyarakat dan sektor pertanian selama periode kekeringan. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.