Kok Telinga Seperti Berdetak? Kenali Tinnitus Pulsatile dan Kaitannya dengan Rahang
PERNAH mendengar suara denyut berirama di telinga yang sejalan dengan detak jantung, seperti bunyi “wush-wush” yang terus berulang? Kondisi ini bukan sekadar halusinasi pendengaran. Gejala tersebut dikenal sebagai tinnitus pulsatile, jenis tinnitus yang berbeda dari dengingan biasa.
Berbeda dengan tinnitus subjektif, tinnitus pulsatile kerap menjadi tanda adanya kondisi fisik tertentu. Terlebih jika hasil pemeriksaan Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) dinyatakan normal, maka perhatian perlu dialihkan ke struktur yang letaknya sangat dekat dengan telinga, yakni sendi rahang atau Sendi Temporomandibular (TMJ).
Dua Penyebab Utama Telinga Berdetak
1. Gangguan Aliran Darah
Pada kondisi ini, suara detak berasal dari aliran darah yang tidak stabil di pembuluh besar sekitar telinga. Beberapa penyebab yang perlu diwaspadai antara lain:
- Aterosklerosis, yaitu pengerasan pembuluh darah yang mengganggu kelancaran aliran darah.
- Hipertensi, yang membuat aliran darah terdengar lebih kuat.
- Peningkatan aliran darah, seperti pada kasus anemia berat atau hipertiroidisme.
Kondisi ini membutuhkan evaluasi medis lanjutan karena berkaitan dengan sistem pembuluh darah.
2. Gangguan Rahang (Tinnitus TMJ/Somatosensori)
Jika pemeriksaan THT tidak menemukan kelainan, tinnitus pulsatile sering kali berkaitan dengan gangguan sendi rahang atau Temporomandibular Disorder (TMD/TMJ).
Sendi rahang dan otot pengunyah berada sangat dekat dengan telinga tengah serta saraf pendengaran. Ketegangan, peradangan, atau ketidakseimbangan pada area ini dapat:
- Menekan struktur pendengaran,
- Mempengaruhi saraf di sekitar telinga,
- Menimbulkan suara dengung atau detak yang intensitasnya bisa berubah saat rahang atau leher digerakkan.
Langkah Penanganan yang Bisa Dilakukan
Kabar baiknya, tinnitus yang berhubungan dengan TMJ memiliki peluang besar untuk membaik, bahkan hilang, jika sumber masalahnya ditangani dengan tepat.
A. Perawatan TMJ oleh Dokter Gigi Spesialis
- Alat oklusal atau splint untuk menyeimbangkan gigitan dan merilekskan otot rahang, terutama pada penderita bruxism (kebiasaan menggemeretakkan gigi).
- Latihan dan peregangan rahang sesuai rekomendasi dokter untuk mengurangi ketegangan.
- Penyesuaian gaya hidup, seperti menghindari makanan keras atau terlalu kenyal agar sendi rahang dapat beristirahat.
B. Pengelolaan Gejala Tinnitus Secara Mandiri
Tujuannya adalah membantu otak beradaptasi dan tidak lagi fokus pada suara tinnitus.
- Terapi suara, menggunakan white noise, suara hujan, atau ombak dengan volume rendah, terutama saat malam hari.
- Relaksasi otot, melalui pijatan lembut pada rahang dan leher serta kompres hangat.
- Manajemen stres, karena stres dan kecemasan dapat memperparah ketegangan rahang dan tinnitus. Teknik seperti meditasi, yoga, dan pernapasan dalam sangat membantu.
Jangan Diabaikan
Meski tinnitus pulsatile akibat TMJ bukan kondisi yang mengancam jiwa, dampaknya terhadap kualitas hidup bisa sangat signifikan. Jika Anda mengalami telinga berdetak, langkah pertama adalah berkonsultasi dengan dokter THT. Apabila hasil pemeriksaan normal, evaluasi lanjutan ke dokter gigi spesialis prostodonsi atau penyakit mulut untuk pemeriksaan TMJ sangat dianjurkan.
Penanganan yang tepat pada sendi rahang kerap menjadi kunci meredakan tinnitus pulsatile dan membantu penderita kembali beraktivitas dengan nyaman.
Semoga bermanfaat! (Dewi Nada, Penyintas Stevens-Johnson Syndrome, Pejuang Autoimun, dan Penyintas Tinnitus Pulsatile)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.