METRUM
Jelajah Komunitas

Kota Bandung Dalam Bingkai PSBB

PEMBATASAN Sosial Berskala Besar (PSBB) dilakukan Pemkot Bandung sejak Rabu, 22 April 2020, sebagai upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 agar tidak meluas lagi.

Upaya tersebut pada prakteknya belum berjalan sesuai yang diharapkan. Seputaran pusat kota memang terlihat seperti kota mati, tapi sudut-sudut kota tetap ramai dengan berbagai aktivitas masyarakat. Ada yang memang terlihat waspada, tapi ada juga yang abai seolah tak terjadi apa-apa.

Jalan Aceh, Kota Bandung (Foto: Bambang Suryadi).*

Di pusat Kota Bandung hampir semua sektor kehidupan berhenti total. Sebagian besar jalan utama dan jalan akses keluar-masuk Kota Bandung terlihat sepi. Sebelum pemberlakukan PSBB, Pemkot Bandung sudah terlebih dahulu melakukan penutupan beberapa ruas jalan utama, seperti jalan Asia-Afrika, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Merdeka, Jalan Dewi Sartika dan Jalan Wastukencana.  

Di balik itu, selalu ada cerita dan hikmah. Kota Bandung terlihat ibarat kota tak berpenghuni. Suana begitu sepi dari aktivitas manusia. Kota terlihat lebih bersih dan rapi, terbebas dari polusi dan kemacetan. Suatu kondisi yang selama ini didambakan warga.

Jalan Braga, Kota Bandung (Foto: Mulyana).*

Selain itu, curah hujan yang intensitasnya tinggi akhir-akhir ini cukup membantu juga membersihkan langit kota dan membatasi orang keluar rumah. Meski hujan juga menyebabkan terjadinya musibah banjir atau longsor di beberapa wilayah.  

Tanpa bermaksud abai terhadap keadaan, beberapa orang memanfaatkan diberlakukannya PSBB dengan mengabadikannya lewat kamera, terutama suasana jalan-jalan hits di Kota Bandung. Tentu saja mereka melakukannya dengan tidak bergerombol dan tetap waspada.

Yadi Riyadi atau lebih akrab disapa Baba, yang memiliki hobi fotografi, baru-baru ini melakukan hunting foto dengan objek jalan-jalan di seputaran Kota Bandung yang terkena pemberlakuan PSBB.

BACA JUGA:  Pemkot Gratiskan TMB dan Sediakan 300 Tiket Bandros Selama Bandung Great Sale 2024!

“Objek foto yang diambil hanya jalan-jalan yang dekat dengan rumah aja, Jalan fly over Pasupati dan Jalan Ir H Juanda,” ujar Yadi yang tinggal di Jalan Terusan Pasteur itu.

Menurut Yadi, dari aktivitas hunting foto yang telah dilakukannya, ia terkesan melihat lalu-lintas di pusat Kota Bandung lancar tanpa kemacetan. “Aneh aja ngeliat Bandung lancar. Sepertinya kadar polusi juga berkurang. Terus, saya lihat banyak orang yang menggunakan masker,” kata Yadi.

Jalan Ir. H. Djuanda (Dago), Kota Bandung (Foto: Yadi Riyadi).*

Yadi sebenarnya tidak sengaja berniat memotret, hanya saja kebetulan dia seorang driver online dan punya usaha product caps, kaos, jersey dan masker kain non medik. Jadi, dia memanfaatkan kesempatan memotret saat ada orderan pengantaran barang. Yadi juga tetap jaga diri dengan selalu menggunakan masker, membawa hand sanitizer dan alat pelindung lainnya.

“Kalau memang tidak terlalu penting jangan keluar rumah. Jika terpaksa ke luar rumah karena ada hal yang mendesak, tetap selalu safety dan tidak berlama-lama. Sampai di rumah utamakan selalu bersih-bersih terlebih dahulu,” kata Yadi berpesan kepada masyarakat.

Ketika pemberlakukan PSBB, Kota Bandung tampak indah dan memukau terekam kamera. Kota Bandung terlihat sepi dan asri, seperti kota-kota kecil di Eropa yang tidak banyak penduduknya. Beberapa foto hasil bidikan ada yang diedit agar foto terlihat lebih menakjubkan, tapi ada juga yang dibiarkan apa adanya atau natural.

Semoga setelah melihat foto-foto Kota Bandung yang makin indah, bersih dan rapi tersebut, bisa dijadikan pelajaran dan memicu warga untuk lebih sadar lingkungan.

Jalan Wastukencana, Kota Bandung (Foto: Widya).*

Usai pemberlakuan PSBB atau setelah wabah covid-19 sirna, harapannya masyarakat mulai terbiasa dengan kondisi kota yang bersih, indah, rapi dan tidak semrawut oleh banyaknya kendaraan. Semoga nanti terlihat lebih banyak lagi pejalan kaki yang hilir mudik di trotoar dan orang-orang yang menggowes sepeda di jalanan.

BACA JUGA:  PSBB Tak Tegas, Petugas Medis Bayar Harga Mahal

Imposible? Ya kita berdo’a saja. Semoga itu bukan sesuatu yang tidak mungkin terwujud di Kota Bandung, aamiin. (Cuham)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.