METRUM
Jelajah Komunitas

Kultura Persib Dibuka, 95 Karya Seni dan Arsip Angkat Persib sebagai Identitas Budaya Bandung

KOTA BANDUNG (METRUM) – Grey Art Gallery bekerja sama dengan Persib Bandung menggelar pameran seni bertajuk Kultura Persib di kawasan Jalan Braga No. 47, Kota Bandung. Pameran ini menjadi ruang ekspresi yang mengangkat perjalanan, sejarah, dan budaya Persib melalui beragam karya seni visual dari seniman, komunitas, hingga para Bobotoh.

Kecintaan terhadap Persib Bandung kini tidak hanya hadir di tribun stadion atau jalanan kota, tetapi juga menjelma menjadi karya seni dan arsip budaya. Melalui pameran “Kultura Persib”, Grey Art Gallery menghadirkan ruang ekspresi bagi seniman, kolektor, hingga Bobotoh yang memiliki ikatan emosional dengan klub kebanggaan Jawa Barat tersebut.

Pameran yang dibuka untuk umum mulai 9 Juni hingga 10 September 2026 itu menampilkan beragam karya visual yang merekam perjalanan, kenangan, serta fenomena budaya yang tumbuh bersama Persib selama puluhan tahun.

Kurator Grey Art Gallery, Angga Aditya Atmadilaga, mengatakan pameran ini berangkat dari keresahan para seniman yang selama ini menjadikan Persib sebagai sumber inspirasi, namun belum memiliki ruang khusus untuk menampilkan karya-karya bertema Maung Bandung.

“Persib telah menjadi denyut kehidupan yang menginspirasi banyak karya seni. Namun selama ini belum ada wadah yang secara khusus mengangkat ekspresi visual tentang Persib. Dari situlah gagasan pameran ini lahir,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Menurut Angga, pemilihan Grey Art Gallery sebagai lokasi penyelenggaraan dilakukan karena posisinya yang strategis di pusat Kota Bandung serta mudah dijangkau masyarakat. Selain itu, galeri yang beroperasi setiap hari dinilai mampu memberikan akses lebih luas bagi publik untuk menikmati pameran.

Tak sekadar menampilkan karya seni rupa, pameran ini mengangkat Persib sebagai sebuah fenomena budaya. Karena itu, penyelenggara menggunakan istilah “Kultura Persib” untuk menggambarkan berbagai bentuk ekspresi visual yang lahir dari sejarah panjang dan pengaruh besar Persib dalam kehidupan masyarakat Bandung dan Jawa Barat.

BACA JUGA:  Keluarga Mahasiswa Unla Gelar Aksi Peduli Bencana Gempa Cianjur

“Peserta pameran bukan hanya seniman. Banyak masyarakat umum yang tumbuh bersama Persib dan memiliki memori serta pengalaman pribadi yang kemudian menjadi bagian dari budaya visual yang kami tampilkan,” katanya.

Melalui proses kurasi dan open call, panitia berhasil menghimpun kontribusi dari 70 peserta dengan total 95 objek pameran. Karya yang ditampilkan meliputi seni rupa, mural, instalasi, dokumentasi fotografi, arsip sejarah, hingga koleksi buku yang berkaitan dengan perjalanan Persib.

Salah satu magnet utama pameran adalah hadirnya karya patung seniman Iwong yang mengabadikan empat tokoh penting dalam sejarah Persib, yakni Indra Thohir, H. Umuh Muchtar, Jajang Nurjaman, dan Bojan Hodak.

Area pameran dibagi ke dalam lima zona, yaitu ruang teater, stone chamber, wood chamber, galeri utama, serta area lantai dua. Pada bagian depan galeri, pengunjung dapat menelusuri infografis perjalanan sejarah Persib lengkap dengan berbagai pencapaian dan gelar juara yang pernah diraih. Sementara itu, lantai atas lebih banyak menampilkan karya dan arsip yang berasal dari kontribusi masyarakat.

Bagi Angga, karya-karya yang paling kuat justru lahir dari pengalaman personal Bobotoh yang kemudian menjadi memori kolektif. Salah satunya mural yang menggambarkan kecintaan terhadap Persib yang diwariskan dari generasi ke generasi, hingga kisah para pendukung yang rela memanjat pohon demi menyaksikan pertandingan Persib pada era 1990-an.

“Pengalaman-pengalaman seperti itu sangat autentik. Awalnya bersifat pribadi, tetapi ternyata menjadi kenangan bersama yang dirasakan banyak orang,” ungkapnya.

Melalui pameran ini, Grey Art Gallery ingin mengajak masyarakat melihat Persib lebih dari sekadar klub sepak bola. Persib dinilai telah menjadi bagian dari identitas budaya Bandung yang terus hidup, berkembang, dan diwariskan lintas generasi.

BACA JUGA:  Robert Lakukan Pembenahan Pemain

Pameran Kultura Persib dapat dikunjungi dengan tiket masuk Rp25.000 pada hari kerja dan Rp35.000 saat akhir pekan. Pengunjung diperbolehkan mengabadikan karya melalui foto, namun diminta untuk tidak menyentuh arsip, jersey koleksi, maupun karya yang dipamerkan demi menjaga kelestariannya. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.