METRUM
Jelajah Komunitas

Layanan Psikolog Kini Hadir di 12 Puskesmas Bandung, Konsultasi Mulai Rp15 Ribu

KOTA BANDUNG (METRUM) – Akses layanan kesehatan mental di Kota Bandung kini semakin mudah. Warga dapat berkonsultasi langsung dengan psikolog klinis di 12 puskesmas tanpa perlu membawa surat rujukan. Masyarakat cukup datang ke puskesmas yang menyediakan layanan psikologi atau memanfaatkan hotline yang telah disiapkan di sejumlah puskesmas.

Pemerintah Kota Bandung memperluas akses layanan kesehatan mental dengan menghadirkan psikolog klinis di 12 puskesmas. Masyarakat kini dapat berkonsultasi secara langsung menggunakan BPJS Kesehatan atau cukup membayar retribusi Rp15 ribu bagi pasien umum.

Psikolog Klinis PKM Kota Bandung, Adelia Octavia Siswoyo, mengatakan layanan tersebut bertujuan memudahkan masyarakat mendapatkan pendampingan psikologis sejak dini sebelum gangguan mental berkembang menjadi lebih serius.

“Layanan psikolog saat ini tersedia di 12 puskesmas. Masyarakat bisa langsung datang untuk mendaftar, meski beberapa puskesmas juga menyediakan hotline karena jumlah pasien cukup banyak,” ujarnya dalam Talkshow Sonata bertajuk Tak Hanya Sehat Fisik: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Bersama Psikolog Klinis di Puskesmas, Rabu (1/7/2026).

Sebanyak 12 puskesmas yang telah menyediakan layanan psikolog meliputi Salam, Puter, Ibrahim Adjie, Garuda, Kopo, Pasirkaliki, Babakan Sari, Cipamokolan, Sukarasa, Cibuntu, Padasuka, dan Cipadung.

Adelia menjelaskan, warga Kota Bandung tetap dapat mengakses layanan menggunakan BPJS meski tidak terdaftar di puskesmas tersebut. Sementara pasien umum hanya dikenakan biaya retribusi Rp15 ribu untuk sesi konsultasi selama 30 hingga 40 menit.

“Biaya Rp15 ribu sudah mencakup konsultasi sekitar 30 sampai 40 menit bersama psikolog,” katanya.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan pasien membutuhkan penanganan lanjutan, psikolog akan membantu proses rujukan ke rumah sakit yang memiliki layanan kesehatan jiwa maupun psikiater.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung sekaligus dokter penyakit dalam, dr. Agung Firmansyah Sumantri, mengingatkan bahwa gangguan kesehatan mental sering kali muncul dalam bentuk keluhan fisik atau psikosomatis.

BACA JUGA:  Diskusi Sastra Ke-2: Menuju Anugerah Sastra dan Kebudayaan 2024, Penyair Taufiq Ismail Sebagai Bapak Sastra Indonesia

Menurutnya, banyak pasien datang dengan keluhan sakit lambung berulang, namun setelah dilakukan pemeriksaan medis tidak ditemukan gangguan pada organ pencernaan.

“Banyak kasus dispepsia ternyata dipicu faktor psikologis, bukan kerusakan organ. Sekitar 60 persen merupakan dispepsia fungsional,” jelasnya.

Ia menambahkan, stres juga dapat memicu kambuhnya berbagai penyakit lain seperti GERD, sakit kepala, rinitis hingga gangguan kulit karena berdampak pada penurunan sistem kekebalan tubuh.

Berdasarkan pengalaman menangani pasien di puskesmas, Adelia menyebut konflik dalam hubungan dengan keluarga, pasangan, teman, maupun lingkungan kerja menjadi penyebab gangguan kesehatan mental yang paling sering ditemui. Kondisi tersebut dapat memicu kecemasan, gangguan tidur, perubahan pola makan hingga berbagai keluhan fisik.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak ragu mencari bantuan profesional ketika mulai merasakan gangguan psikologis yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang seseorang untuk pulih dan kembali beraktivitas secara optimal,” pungkasnya. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.