KDS Luncurkan Toko Digital Bedas, Bidik Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Bandung 9 Persen
KABUPATEN BANDUNG (METRUM) – Pemerintah Kabupaten Bandung mulai menggenjot digitalisasi koperasi dan UMKM. Bupati Bandung Dadang Supriatna atau KDS meresmikan Gedung Dinas Koperasi dan UMKM yang baru sekaligus meluncurkan aplikasi Toko Digital Bedas, Rabu (12/8/2026).
Peluncuran platform tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Bandung memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemanfaatan teknologi digital. Aplikasi ini diharapkan mampu membuka akses pasar lebih luas bagi produk koperasi, UMKM, hingga hasil pertanian lokal.
KDS menilai transformasi digital tidak lagi bisa dihindari, terutama dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Setiap momen apa pun saya selalu menyampaikan, menghadapi Indonesia Emas 2045 itu ada lima pilar. Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan paham tentang digitalisasi,” ujar KDS.
Ia meminta Toko Digital Bedas segera dapat digunakan masyarakat secara luas dan mudah, termasuk tersedia melalui platform seperti Play Store.
Menurut KDS, keberadaan aplikasi tersebut harus mampu memangkas rantai distribusi yang selama ini menjadi salah satu tantangan pelaku usaha. Dengan sistem digital, produk koperasi, UMKM, dan petani diharapkan dapat menjangkau konsumen secara lebih luas.
Koperasi Desa Diminta Jadi Off-Taker
Tak hanya mengandalkan platform digital, KDS juga mendorong optimalisasi peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP/KKMP) sebagai off-taker atau pihak yang menampung hasil produksi petani dan UMKM di tingkat desa.
KDS menegaskan, petani yang memperoleh bantuan maupun subsidi pemerintah harus memiliki jalur pemasaran yang jelas melalui koperasi desa.
“Petani yang selama ini mendapatkan bantuan dan subsidi dari pemerintah, wajib menjual hasil pertaniannya kepada KDKMP atau KKMP di desa masing-masing. Untuk itu KDKMP harus siap menjadi off-taker,” tegasnya.
Agar mampu menjalankan fungsi tersebut, kapasitas permodalan koperasi juga perlu diperkuat. Pemkab Bandung mendorong koperasi menjalin sinergi pembiayaan dengan Bank BJB, bank Himbara, BPR, hingga Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi.
KDS Ingatkan ASN Bukan Raja
Di tengah dorongan digitalisasi dan penguatan ekonomi kerakyatan, KDS mengingatkan ASN maupun pengurus koperasi agar tidak mengabaikan integritas dan profesionalisme.
Pengelolaan keuangan dan pelayanan publik, kata dia, harus dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab.
“ASN itu bukan raja, termasuk saya bupati bukan raja. Tapi ASN dan kita semua adalah sebagai pelayan masyarakat. Kita tingkatkan terus pelayanan dan profesionalisme,” katanya.
KDS optimistis kombinasi digitalisasi melalui Toko Digital Bedas dan penguatan KDKMP/KKMP dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung.
Saat ini, laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Kabupaten Bandung disebut telah mencapai 6,32 persen. Pemkab menargetkan angka tersebut terus meningkat hingga berada pada kisaran 8–9 persen pada 2029.
Peluncuran Toko Digital Bedas tersebut dirangkaikan dengan peresmian gedung baru Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung. Acara turut dihadiri Ketua Dekranasda Kabupaten Bandung Emma Dety Permanawati, jajaran asisten daerah, kepala OPD, pimpinan Bank BJB, pengurus KDKMP/KKMP, serta pelaku UMKM.
Transformasi digital pun kini menjadi salah satu tumpuan Pemkab Bandung untuk memperpendek rantai distribusi, memperluas pasar produk lokal, dan mendorong koperasi serta UMKM naik kelas. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.