RSUD Cicalengka Perketat Disiplin Pegawai, Etika Digital hingga Budaya 5S Jadi Sorotan
KABUPATEN BANDUNG (MTRUM) – RSUD Cicalengka, Kabupaten Bandung, mulai memperkuat disiplin dan profesionalisme pegawai di tengah tuntutan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Tak hanya soal kedisiplinan kerja, rumah sakit juga menyoroti perilaku pegawai di ruang digital.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan bertema “Penegakan Disiplin, Penguatan Etika Digital, dan Pembentukan Mentalitas Profesional” yang digelar secara hybrid, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi RSUD Cicalengka dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung.
Penguatan disiplin dinilai menjadi fondasi penting untuk membangun budaya kerja yang berintegritas, bertanggung jawab, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Namun, perhatian rumah sakit tidak berhenti pada disiplin di lingkungan kerja. Etika digital juga menjadi bagian penting dalam pembentukan profesionalisme pegawai.
Pegawai diminta lebih bijak menggunakan media sosial, menjaga kerahasiaan dan privasi, bertanggung jawab saat menyampaikan informasi, serta memahami konsekuensi aktivitas digital terhadap citra rumah sakit dan kepercayaan masyarakat.
Direktur RSUD Cicalengka, dr. H. Yani Sumpena Muchtar, menegaskan pihaknya berkomitmen memperbaiki kualitas pelayanan sekaligus memperkuat kedisiplinan pegawai.
“Sesuai arahan pimpinan dan komitmen, pelayanan RSUD Cicalengka terus ditingkatkan dan berkomitmen untuk menguatkan kedisiplinan secara profesional,” tegas Yani.
Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak cukup hanya ditopang fasilitas dan infrastruktur. Sikap, integritas, tanggung jawab, dan profesionalisme sumber daya manusia menjadi faktor yang sama pentingnya.
Budaya 5S Mulai Diterapkan
Penguatan disiplin tersebut turut diperkuat melalui penerapan budaya 5S, yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun.
Program tersebut mulai diterapkan RSUD Cicalengka sejak 1 Agustus 2026 sebagai bagian dari pembentukan kebiasaan positif di lingkungan kerja dan pelayanan.
Budaya 5S diharapkan tidak sekadar menjadi slogan, tetapi menjadi perilaku sehari-hari seluruh pegawai ketika berinteraksi dengan pasien, keluarga pasien, maupun sesama rekan kerja.
Penerapan budaya tersebut juga diarahkan untuk membentuk karakter pegawai yang lebih ramah, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan pasien.
Kolaborasi dengan BKPSDM Kabupaten Bandung serta penguatan budaya internal menjadi bagian dari strategi RSUD Cicalengka dalam membangun sumber daya manusia yang disiplin, berintegritas, dan profesional.
Langkah tersebut diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan mutu pelayanan dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Cicalengka sebagai fasilitas kesehatan publik. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.